
JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menjalankan program pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama tiga bulan bagi 30 warga Kota Bogor terpilih yang dipersiapkan untuk bekerja di Turki, Kuwait, dan Montenegro.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan program CPMI tersebut merupakan yang pertama kali digelar dengan pembiayaan penuh dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor Tahun 2026.
Jenal menyebut, seluruh peserta mendapatkan pembiayaan dari APBD dengan total anggaran sekitar Rp360 juta atau setara Rp12 juta per peserta selama masa pelatihan tiga bulan.
Baca Juga:Di Bawah Terpal dan Tumpukan Daun Kering, Ribuan Motor BGN Senilai 1,3 Triliun Menanti Nasib di Sentul BogorOleng Saat Nyalip, Pelajar Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor
“Pelatihan calon pekerja migran ini anggarannya dari APBD dan ini perdana tahun ini kami lakukan. Biasanya para calon pekerja migran menggunakan pembiayaan mandiri atau biayanya dipotong dari gaji setelah diterima bekerja. Tapi kali ini kami Pemkot Bogor memberikan dukungan pembiayaan penuh untuk pelatihannya,” kata Jenal, Rabu (10/6/2026).
Untuk pelaksanaannya, Jenal menyebut bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga bulan yang dijadwalkan dimulai pada Rabu (17/6/2026) mendatang di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor.
Selama pelatihan, para peserta akan dibekali kemampuan bahasa Inggris serta keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di negara tujuan. Peserta juga akan dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan kemampuan dan bidang pekerjaan yang diminati.
“Bahasa Inggris dan keterampilan sesuai pilihan mereka. Nanti ada kelas-kelas di BLK, tidak langsung masuk dalam satu kelas yang sama. Dibagi berdasarkan kemampuan dan skill, dengan mentor yang profesional sesuai kebutuhan perusahaan masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jenal menjelaskan bahwa dalam program CPMI tersebut, Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor juga telah bekerja sama dengan sebuah yayasan yang sudah memiliki jaringan perusahaan di Kuwait, Turki, dan Montenegro, sehingga peserta CPMI yang lulus pelatihan dapat langsung disalurkan bekerja sesuai kebutuhan.
Jenal pun memastikan, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan akan langsung diberangkatkan dan ditempatkan bekerja di tiga negara tujuan tersebut.
“Setelah selesai tiga bulan pelatihan, ada jaminan dari yayasan dan perusahaan di tiga negara tersebut, di Turki, Kuwait, sama Montenegro ya. Mereka para peserta sudah dipastikan bisa diterima bekerja karena ruang lowongannya sudah ada. Tinggal memilih bidang seperti housekeeping, restoran, front office, dan lainnya,” katanya.