
JABAR EKSPRES – Di bawah terik matahari Kota Bogor, Andin Rahmatia (26) tetap berdiri tegap menjalankan tugasnya sebagai seorang park ranger. Seragam yang dikenakannya tampak sederhana, namun tanggung jawab yang diemban tidaklah ringan.
Selama tiga bulan terakhir, Andin menjalani profesi sebagai park ranger, pekerjaan yang masih jarang digeluti perempuan. Setiap hari, ia bertugas menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban di taman kota.
Bagi Andin, profesi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang untuk menantang diri. Ia ingin keluar dari zona nyaman dan merasakan langsung dinamika kerja lapangan tanpa dibatasi oleh gender.
Baca Juga:Jalur Strategis Cijayanti–Bojong Koneng Ditata, Program Gentengisasi Libatkan Warga dan CSRKecelakaan Tunggal di Puncak Bogor, Pemotor Tewas Usai Hantam Trotoar
“Saya memilih pekerjaan ini karena ingin mencari tantangan baru. Selain itu, saya juga ingin belajar mandiri dan melatih mental untuk bekerja langsung di lapangan, menghadapi berbagai situasi dengan tantangan yang berbeda setiap harinya, meskipun saya perempuan,” ujarnya sambil tersenyum di Taman Heulang, Kota Bogor, Selasa (21/4/2026).
Sehari-hari, Andin bertugas di Taman Alun-Alun Kota Bogor. Namun, melalui sistem rotasi, ia juga kerap ditempatkan di Taman Heulang atau Taman Sempur. Di mana pun bertugas, perannya tetap sama: menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban pengunjung.
Tak hanya berjaga, Andin juga aktif mengedukasi masyarakat agar menjaga lingkungan taman. Ia rutin mengingatkan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok di area publik, serta menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di area terlarang.
“Selain menjaga keamanan, kami juga mengimbau pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merokok di area taman. Kami juga menertibkan pedagang kaki lima yang masuk ke area yang tidak diperbolehkan,” jelasnya.
Rutinitas tersebut dijalani sejak pagi hingga sore hari. Berbeda dengan park ranger laki-laki yang bekerja dengan sistem shift hingga 24 jam, park ranger perempuan memiliki jam kerja lebih terbatas, yakni pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Meski demikian, tanggung jawab yang dijalankan tetap sama.
“Untuk park ranger perempuan, jam kerja dari pukul delapan pagi sampai lima sore. Kalau laki-laki ada sistem shift hingga 24 jam dengan pembagian dua shift. Tapi untuk tugasnya sama saja,” tambahnya.