Alokasi Anggaran Kompensasi Warga Situ Ciburuy Gelap! – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Proses pencairan kompensasi warga yang rumah dan tempat usahanya terdampak revitalisasi Situ Ciburuy berjalan tidak transparan.

Di tengah aktivitas pembuatan rekening massal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum membeberkan total anggaran maupun nilai bantuan, baik per penerima maupun total secara keseluruhan.

Sejak pukul 09.00 WIB, Jumat (25/4/2026), ratusan warga memadati kawasan Situ Ciburuy untuk mengurus buku rekening sebagai syarat pencairan. Antrean panjang tak terhindarkan, di tengah harapan bantuan segera cair.

Baca Juga:Langkah Strategis Kadin Jawa Barat Bersama Dedi Mulyadi Dorong Investasi Industri InklusifPPPI Tuntut Kejati Jabar Selesaikan Kasus Dana Tuper DPRD Indramayu

Namun, harapan itu berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Warga diminta melengkapi administrasi, tetapi tidak diberi informasi paling mendasar: berapa uang yang akan mereka terima.

“Belum tahu berapa nominalnya. Ini baru dibuatkan buku rekening,” ujar Dede (65), warga Kampung Sadang, Desa Ciburuy.

Dibutuhkan untuk Menyambung Hidup

Bagi Dede, kompensasi itu bukan sekadar bantuan, melainkan penopang hidup. Ia berencana menggunakan uang tersebut untuk kembali berjualan, setelah warungnya dibongkar sekitar enam bulan lalu.

“Dari jahit baju tidak seberapa, karena tidak setiap hari ada yang jahit,” imbuhnya.

Di lokasi, tampak Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik. Kehadirannya sempat diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan warga.

Kerumunan juga sempat membesar setelah beredar kabar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan hadir untuk melihat langsung pelaksanaan pemberian kompensasi Warga Ciburuy itu.

Namun hingga kegiatan berlangsung, kehadiran tersebut tak pernah terealisasi. Bahkan, jajaran pejabat daerah Kabupaten Bandung Barat juga batal hadir.

Baca Juga:Dugaan Relasi Kekeluargaan Hambat Penegakan Hukum Kasus Penggelapan di Polsek GrabagKomdigi Perkuat Kapasitas Jurnalis Angkat Narasi Koperasi Desa Jadi Berita Utama

Kadis SDA Pilih Menghindar dari Pertanyaan Wartawan

Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat Dikky Achmad Sidik pun gagal. Dia memilih menghindari wartawan dengan alasan menunggu kedatangan Gubernur.

‘’Nanti saja tunggu Pak Gubernur mau datang,’’ ucap Diki seraya pergi meninggalkan para Jurnalis yang ingin melakukan konfirmasi.

Situasi ini mempertegas satu hal proses penyaluran kompensasi berjalan tanpa keterbukaan informasi. Hingga kini, total anggaran dan besaran bantuan kompensasi yang menjadi hak warga Situ Ciburuy masih tertutup rapat. Sementara proses administratif terus dipaksakan berjalan. (wit/yan)

Leave a Comment