
JABAR EKSPRES – Proyek pembangunan trase baru di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Lawanggintung, kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor mulai memasuki tahap awal berupa penurunan alat berat dan pengiriman matetial proyek di lokasi.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa proses loading atau pengiriman material proyek sekaligus penurunan alat berat dijadwalkan dilakukan mulai besok, Jumat (15/5/2026), oleh pihak ketiga dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni pemenang lelang PT Promix Prima Karya.
“Trase baru insya Allah besok loading barang. Pihak ketiga dari provinsi (pemenang lelang yaitu PT Promix Prima Karya) sudah kami komunikasikan, mulai besok melakukan penurunan alat berat dan pengiriman material proyek,” ujar Jenal saat meninjau kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga:Trase Baru Batutulis Bogor Mulai Dibangun, Lereng Diperkuat untuk Cegah LongsorTrase Baru di Kawasan Batutulis Bogor Masuk Tahap Pembangunan Konstruksi Usai Pemenang Lelang Ditetapkan
Jenal menyebut, tahapan awal dalam pembangunan trase baru tersebut masih berfokus pada penurunan alat berat dan pengiriman material proyek.
Meski begitu, Ia menegaskan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dinilai penting agar aktivitas pembangunan dari tahap awal hingga akhir dapat dipahami sejak dini.
Adapun selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), disebut Jenal akan melakukan pemantauan harian untuk memastikan progres pekerjaan sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga sekitar.
“Sambil kami pantau nanti. Pak camat, Bu lurah juga insya Allah tiap hari bersama LPM akan terus memantau progres dan sosialisasi ke masyarakat, karena itu penting,” ucapnya.
Jenal juga menyebut, dalam pelaksanaan proyek pembangunan trase baru ini, akan melibatkan tenaga kerja lokal yakni warga dari wilayah sekitar Lawanggintung dan Batutulis.
Berdasarkan informasi dari Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat, sekitar 15 hingga 20 warga akan direkrut sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan kemampuan masing-masing.
“Saya dapat mandat dari Dinas Provinsi untuk merekrut tenaga kerja lokal ya. Entah pekerja kasar, kenek, atau tukang. Kami minta perangkat wilayah seperti RW, lurah, dan camat untuk mendata warga yang membutuhkan pekerjaan. Tidak ada syarat khusus, yang jelas disesuaikan dengan kemampuan dan usia produktif,” katanya.