Akses Keluar Masuk Jembatan Cijeruk Diperbaiki, Ditutup Sementara Selama Pengerjaan – jabarekspres.com

Akses Keluar Masuk Jembatan Cijeruk Diperbaiki, Ditutup Sementara Selama Pengerjaan – jabarekspres.com

Jabar Ekspres – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melakukan evaluasi sekaligus perbaikan pada akses keluar masuk Jembatan Cijeruk yang menghubungkan Kampung Cijeruk, Kecamatan Bojongsoang, dengan Kampung Mekarsari, Kecamatan Baleendah.

Kepala Dinas PUTR, Zeis Zultaqawa, mengatakan, perbaikan difokuskan pada penataan geometrik akses, terutama di bagian pintu masuk yang saat ini dinilai masih sempit dan belum optimal menampung arus kendaraan.

“Nah, untuk akses ini kita evaluasi. Karena ada berbagai skema, bisa dua jalur atau satu jalur. Kita akan perbaiki geometrinya supaya bisa mengakomodasi seluruh kendaraan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga:Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses PasarGeger Ikan Sapu-Sapu Dikubur Hidup-hidup, SAGAVET Unair Tawarkan Solusi Sesuai Syariat Islam!

Ia menjelaskan, kondisi akses saat ini masih terbatas akibat kendala lahan pada tahap awal pembangunan. Oleh karena itu, penataan lanjutan kini dilakukan agar jembatan yang sudah terbangun bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

“Di akses masuknya itu kan sekarang hampir satu jalur. Nanti kita kaji seperti di Rancamanyar. Kemarin ada keterbatasan lahan yang harus dibebaskan, jadi sekarang kita kembangkan dulu,” jelasnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, akses Jembatan Cijeruk ditutup sementara mulai tanggal 22 April 2026. Penutupan dilakukan untuk memastikan proses pengecoran berjalan maksimal dan aman.

“Ya ditutup dulu sampai secepatnya. Karena untuk ngecor itu perlu waktu sekitar satu bulan. Kalau dipaksakan lewat, nanti berbahaya,” tegas Zeis.

Zeis menambahkan bahwa jembatan tersebut awalnya merupakan jembatan non resmi yang dibangun karena kebutuhan mendesak masyarakat akan akses penghubung antar wilayah, terutama saat musim banjir.

“Jadi soal Jembatan Cijeruk, itu awalnya jembatan liar. Tapi memang dirasakan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah dengan membangun jembatan permanen demi keselamatan pengguna.

Baca Juga:Kasus Dugaan Korupsi Disnaker Cimahi, Pemkot Janji Perketat PengawasanSedang Bermain Air, Bocah 4 Tahun Hanyut di Selokan di Bojonggede Bogor

Terlebih, sebelumnya jembatan tersebut sempat roboh di bagian tengah dan menyebabkan sejumlah pengendara roda dua terperosok hingga viral di media sosial.

“Pemda, Pak Bupati menginisiasi membangun jembatan permanen karena menimbulkan masalah dan tidak ada keselamatan. Akhirnya dibuatlah jembatan yang sekarang terlihat cukup megah,” kata Zeis.

Leave a Comment