JAKARTA – Bagi jemaah haji Indonesia, menunaikan ibadah haji Tamattu’ atau Qiran membawa konsekuensi syariat berupa kewajiban membayar dam (denda) atau menyembelih hewan kurban (Hady). Sayangnya, di tengah antusiasme beribadah, isu penipuan, calo hewan kurban, hingga tata kelola penyembelihan yang tidak transparan di Tanah Suci kerap menjadi momok yang merugikan jemaah.
Merespons tantangan ini, Kementerian Haji dan Umrah RI secara masif mengimbau jemaah untuk memanfaatkan platform resmi besutan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi: The Kingdom of Saudi Arabia Project for Utilization of Hady & Adahi (Adahi).
Bukan sekadar tempat membeli kupon kurban, Adahi Project adalah sebuah proyek nasional raksasa berbasis digital yang mentransformasi total manajemen ritual haji agar sejalan dengan Saudi Vision 2030.
Transformasi Digital dan Jaminan Syariah di Bawah Komisi Kerajaan
Adahi tidak dikelola oleh perorangan atau agen swasta liar. Berdasarkan Resolusi Dewan Menteri Arab Saudi, proyek ini diawasi langsung oleh Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci (RCMC). Melalui integrasi kelembagaan ini, Adahi mengadopsi transformasi digital penuh guna memberikan rasa aman dan kemudahan (seamless experience) bagi para tamu Allah.
Saat jemaah membeli kupon di Adahi, jemaah secara resmi memberikan amanah (authorized delegation) kepada sistem untuk mengurus seluruh proses atas nama jemaah. Hebatnya, seluruh ekosistem kerja Adahi diawasi ketat oleh tim spesialis, komite teknis, dokter hewan, serta Komite Syariah untuk memastikan bahwa setiap hewan yang disembelih telah memenuhi rukun Islam dan standar kesehatan yang ketat.
– Advertisement –
Fasilitas Raksasa Berkapasitas Jutaan Ekor
Untuk menunjang kelancaran musim haji, Adahi mengoperasikan tujuh kompleks pemrosesan terpadu di Makkah. Kompleks-kompleks ini bukanlah rumah potong biasa, melainkan fasilitas modern berkemampuan raksasa yang sanggup menampung hingga 1,5 juta ekor domba serta 10.000 ekor unta dan sapi.
Proses yang berjalan di dalam fasilitas Adahi meliputi; pemeriksaan kesehatan hewan oleh tim dokter spesialis, proses penyembelihan yang sesuai dengan tuntunan syariat. Selain itu melakukan pembersihan, pengulitan, dan pemotongan higienis. Begitu juga dengan pendinginan cepat (cooling) dan pembekuan (freezing), dan pengemasan (packaging) berstandar internasional untuk menjaga kesegaran daging.

Menariknya, karena Adahi melakukan pengadaan logistik hewan dalam jumlah masif (mencapai 1,2 juta ekor domba per musim haji) langsung dari pemasok utama, harga kupon yang ditawarkan menjadi sangat kompetitif dan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar gelap lokal. Biaya yang dibayarkan jemaah melalui kupon tersebut sudah mencakup seluruh paket: biaya hewan, pengecekan medis/syariah, penyembelihan, pengemasan, hingga biaya distribusi.
Daging Kurban Menjangkau 27 Negara Muslim Dunia
Salah satu keunggulan terbesar dari Adahi adalah aspek kemaslahatan umat dan keberlanjutan lingkungan (sustainability). Jika penyembelihan dilakukan melalui jalur tidak resmi, sering kali daging kurban terbuang sia-sia atau limbah hewannya mencemari lingkungan Makkah.
Adahi menyelesaikan masalah tersebut dengan sistem distribusi yang sangat rapi. Pertama-tama, daging akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Tanah Haram (Makkah).
Setelah kebutuhan lokal terpenuhi, kelebihan pasokan daging kurban yang melimpah akan dibekukan secara profesional dan dikirimkan ke lebih dari 27 negara muslim di berbagai belahan dunia. Distribusi internasional ini dipantau langsung oleh Adahi yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di negara-negara penerima beserta lembaga resmi pemerintah setempat.
Akses Pembelian yang Sangat Mudah dan Resmi
Untuk memudahkan jemaah haji Indonesia maupun Kantor Urusan Haji (Misi Haji), pembelian kupon Adahi kini sudah terintegrasi ke dalam ekosistem digital reguler. Jemaah dapat membeli kupon melalui :
- Situs Resmi Adahi: www.adahi.org
- Platform Utama Haji: Aplikasi Nusuk, Nusuk Masar, dan Nusuk Hajj.
- Aplikasi Sosial/Finansial Saudi: Platform Ehsan, Saudi Post (SPL), Jahez, Al Rajhi Bank, dan SNB.
Melalui kemudahan digital ini, jemaah haji Indonesia bisa membayar dam atau berkurban dengan tenang, transparan, hanya lewat smartphone, tanpa perlu khawatir menjadi korban penipuan oknum nakal di jalanan Makkah. Adahi memastikan ibadah jemaah tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa berkah dan gizi bagi jutaan umat muslim di seluruh dunia.