Arus Balik Melonjak! Separuh Pemudik Sudah Kembali ke Jabotabek

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gelombang arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga H+2 Idulfitri, jumlah kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek telah menembus 1,7 juta unit.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menjelaskan total 1.702.500 kendaraan telah kembali ke Jabotabek selama periode H-10 hingga H+2 Lebaran atau periode 11–23 Maret 2026.

– Advertisement –

Angka tersebut setara 50,16 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan akan kembali hingga akhir periode arus balik.

Pergerakan kendaraan didominasi dari arah timur, yang mencakup jalur Trans Jawa dan Bandung. Tercatat 696.748 kendaraan atau 40,9 persen berasal dari arah ini.

– Advertisement –

Adapun dari arah barat (Merak): 568.159 kendaraan (33,4 persen); arah selatan (Puncak): 437.593 kendaraan (25,7 persen).

Meski demikian, seluruh arah masih berada di bawah volume lalu lintas normal. Angka itu menandakan puncak arus balik belum sepenuhnya terjadi.

Lonjakan Mulai Terasa di H+2

Titik krusial mulai terlihat pada H+2 Lebaran. Dalam satu hari, sebanyak 225.293 kendaraan masuk ke Jabotabek melalui empat gerbang tol utama—melonjak 73,7 persen dibandingkan kondisi normal.

Lonjakan paling tajam terjadi di GT Cikampek Utama, dengan volume mencapai 75.837 kendaraan atau naik drastis 197,7 persen dari lalu lintas normal.

Rivan menegaskan bahwa peningkatan ini menjadi sinyal awal puncak arus balik.

“Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” ujar Rivan.

Strategi Jasa Marga

Mengantisipasi lonjakan besar, Jasa Marga mulai mengintensifkan berbagai langkah di lapangan. Mulai dari optimalisasi gardu tol, penyiagaan armada layanan, hingga pengaturan lalu lintas secara situasional bersama kepolisian.

Selain itu, jalur fungsional juga disiapkan untuk membantu distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

Petugas pun disiagakan penuh selama 24 jam guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.

Di tengah potensi kepadatan yang semakin tinggi, masyarakat diingatkan agar lebih cermat dalam merencanakan perjalanan.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk dapat mempersiapkan perjalanan dengan matang pada periode arus balik ini, di antaranya dengan memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan,” jelas Rivan.

Jasa Marga juga mengingatkan agar masyarakat pemudik bisa mematuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

“Untuk memperoleh informasi lalu lintas dan membantu perencanaan perjalanan, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Travoy dan menghubungi Call Center Jasa Marga di nomor 133,” tutur Rivan.

Bagi yang memiliki fleksibilitas waktu, pemudik juga disarankan menghindari puncak arus balik dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026.

– Advertisement –

Leave a Comment