JAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan respons atas kasus penguntitan yang diduga dilakukan pihak tertentu kepada Tiyo Ardianto, di mana Ketua BEM UGM tahun 2025 tersebut menemukan alat pelacak di kendaraan Toyota Fortuner yang ia gunakan dalam mobilitasnya sehari-hari.
Menurut Mahfud, sikap marah Tiyo sangat masuk akal dan rasional. Siapa pun tidak akan nyaman dan merasa terancam jika dalam situasi tersebut. Namun ada sudut pandang lain yang juga dilihat oleh Mahfud MD, bahwa mungkin itu bagian dari operasi intelijen yang dilancarkan untuk mengetahui secara real time keberadaan salah satu Mahasiswa UGM kelahiran Kudus pada 26 April 2003 tersebut.
“Kalau dari sudut Tiyo, saya kira ya pantes marah dia diperlakukan begitu. Tapi kalau dari sudut keamanan dan intelijen, kan tugasnya intelijen harus melacak orang-orang yang punya potensi nanti membuat kebakaran amarah gitu ya,” kata Mahfud MD dalam podcast Terus Terang yang dikutip Holopis.com, Rabu (17/6/2026).
Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Mahfud MD memahami kemarahan Tiyo dan sebagian kalangan lainnya atas insiden pelacakan tersebut. Namun tetap ada aspek lain yang tak bisa pula dinegasikan.
“Saya kira itu kita juga marah dengan cara itu, tapi kita harus memahami juga, negara ini harus aman juga gitu,” ujarnya.
Sebagai orang yang berpengaruh, Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya pun selama ini menjadi bagian dari target operasi intelijen, salah satunya soal penyadapan dan sebagainya. Namun ia memilih menyikapinya dengan santai dan bijak.
– Advertisement –
“Saya misalnya, saya tahu persis saya ini pasti disadap, pasti monitor. Tapi saya senang aja, saya bersyukur Alhamdulillah kalau ada yang buntuti saya dan monitor saya, karena pasti menjadi tahu bahwa saya tidak melakukan apa-apa, tidak menggalang kekuatan apa, mengumpulkan siapa, semuanya tahu,” terang Mahfud MD.
Karena dengan dirinya disadap dan dibuntuti, negara dalam hal ini pemerintah serta perangkat intelijennya akan mengetahui bahwa dirinya memang bersih dan tidak memiliki niat jahat terhadap bangsa dan negara.
“Silakan disadap, saya senang malah kalau disadap. Karena kita maunya baik gitu, yang penting keamanan dijaga, kita saling menjaga keamanan masing-masing,” tandasnya.
Sebagai seorang yang pernah bekerja dan bersentuhan dengan intelijen, Mahfud MD menganggap operasi pembuntutan dan penyadapan bisa jadi memang harus dilakukan. Bahkan agen intelijen akan mendapatkan teguran keras jika lalai dalam menjalankan tugasnya.
“Kalau di dalam ilmu intelijen ya harus dilakukan, kalau anda lalai itu kesalahan dan anda bisa disalahkan, itu tugas biasa saja menurut saya ya yang pernah yang pernah berkecimpung di dunia yang seperti itu,” ucapnya.
Tiyo Ardianto Jangan Serampangan
Lebih lanjut, Mahfud yang juga mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur tersebut pun memberikan pesan penting kepada Tiyo agar ke depan jauh lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata. Karena itu menjadi salah satu aspek penting dan kunci untuk keselamatan diri.
“Ya supaya berhati-hati, ndak usah takut. Saya melihat sekarang ini anak hanya emosinya tinggi, tapi sebenarnya isi apa yang dikatakannya itu terukur bisa dipertanggungjawabkan kalau terjadi masalah hukum, cuma dia terlalu emosional, biasa anak muda kan dia belum lulus juga, jadi emosinya sama dengan kita dulu sebelum lulus juga begitu,” tutur Mahfud MD.
“Nah Tiyo supaya hati-hati, pertama apa yang disampaikan harus terukur mengatakan A itu harus bisa bertanggung jawabkan, ini faktanya, ini analisis psikologisnya, ini apanya gitu supaya jelas,” sambungnya.
Mahfud pun menyinggung Amien Rais yang sempat menuduh Teddy Indra Wijaya sebagai gay. Ia yakin bahwa Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat tersebut berani mengatakan begitu pasti memiliki data dan bukti kuat.
Karena meyakini data dan argumentasinya kuat sesuai data dan fakta, maka Tiyo bisa mencontoh Amien Rais dalam aspek itu. Sehingga ketika ada serangan hukum terhadapnya, maka lawannya pun akan berpikir jauh ke depan untuk melanjutkan serangannya.
“Seperti Pak Amien Rais itu kan ketika mengatakan sesuatu lalu katanya akan dibawa ke pengadilan nantang dia, ayo bawa bukti nanti saya bawa buktinya ke pengadilan, nah yang kayak gitu-gitu akhirnya kan yang (kasus) pak Amien Rais (dengan Teddy) redam sekarang ya karena dia Amien Rais lalu dapat dukungan banyak, kalau bapak bawa ke pengadilan ini kami tambah buktinya, ini ada videonya, ada audionya, ada beritanya gitu, mundur semua kan, enggak ada yang berani ngelanjutin,” jelas Mahfud.
Oleh sebab itulah, Mahfud MD kembali mewanti-wanti kepada Tiyo Ardianto agar jangan sampai kebablasan, semua sikap dan ucapan yang dilontarkan harus sangat terukur dan sesuai fakta serta data yang valid.
“Tiyo saya harap seperti Pak Amien Rais itu caranya, ketika bicara dia harus punya fakta, gitu, yang bisa dipertahankan ketika diperiksa, ya, ketika dipersoalkan oleh publik. Ini soal politik, harus terbuka juga, jangan serampang,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Tiyo Ardianto marah setelah mendapati bahwa kendaraannya ditempeli alat pelacak dari pihak yang tak dikenal. Penemuan alat pelacak tersebut diketahui setelah dirinya mendapati notifikasi dari perangkat ponselnya tentang adanya alat pelacak tak dikenal yang berada di sekitarnya.
“Teman-teman sekalian bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya, kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan, dipasang entah oleh siapa,” kata Tiyo dalam video yang diunggah di media sosialnya.
Tiyo menjelaskan, notifikasi tersebut baru disadarinya setelah menghadiri sebuah kegiatan di kawasan Gejayan, Yogyakarta. Setelah melakukan pemeriksaan, ia mengaku menemukan perangkat itu menempel di bagian bawah kendaraan miliknya.
“Sesudah dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting, sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya,” ujarnya.