Satgas Halilintar TNI Bongkar Tambang Emas Ilegal di Nabire, Hutan Rusak Parah

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas PKH) Korwil Nabire bergerak menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan operasi yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) dini hari itu dipimpin langsung Komandan Satgas Halilintar Brigjen TNI Edwin Apria Chandra. Langkah itu sebagai bagian dari langkah penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal yang merusak kawasan hutan.

“Satgas PKH Korwil Nabire melaksanakan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan wilayah Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” kata Mayjen TNI Aulia, dalam keterangan Puspen Mabes TNI dikutip pada Jumat, (8/5/2026).

Dalam pelaksanaan operasi, personel Satgas harus menghadapi medan berat dengan kondisi cuaca gerimis di area hutan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal.

– Advertisement –

Meski menghadapi tantangan alam dan akses yang sulit, aparat tetap menjalankan operasi secara tegas dan terukur. Upaya itu dilakukan hingga berhasil mengendalikan kembali kawasan hutan yang sebelumnya dikuasai aktivitas tambang liar.

“Personel Satgas tetap melaksanakan penertiban secara tegas dan terukur hingga berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas lebih dari 200 hektar,” jelas Mayjen Aulia.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam upaya penyelamatan kawasan hutan dan sumber daya alam di Papua Tengah dari kerusakan yang semakin meluas akibat pertambangan ilegal.

Dalam operasi itu, Satgas PKH juga berhasil mengamankan 10 unit alat berat yang digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan emas ilegal.

Alat berat yang diamankan terdiri dari enam unit excavator dan empat unit loader yang ditemukan berada di lokasi tambang.

“Satgas juga berhasil mengamankan 10 unit alat berat yang terdiri dari 6 unit excavator dan 4 unit loader,” lanjutnya.

Selain alat berat, aparat turut mengamankan sejumlah operator alat berat serta pengawas tambang yang berada di area penambangan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Seluruh alat berat tersebut kemudian dibekukan operasionalnya dan Satgas memasang plang penguasaan di sejumlah titik lokasi yang mudah terlihat masyarakat maupun para penambang.

TNI Tegaskan Komitmen Jaga Papua Tengah
Operasi penertiban tambang ilegal tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran teritorial Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja.

Pun, TNI bakal terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keamanan serta melindungi kawasan hutan dari aktivitas ilegal.

“TNI akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi kelestarian sumber daya alam di Papua Tengah,” kata Mayjen Aulia .

Langkah penertiban tersebut juga menjadi bagian dari komitmen aparat dalam perkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai tidak hanya merugikan negara. Namun, juga berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan di Papua Tengah.

– Advertisement –

Leave a Comment