JAKARTA, HOLOPIS.COM – Manajemen PT Xanh SM Green And Smart Mobility (Green SM) menyampaikan pernyataan sikap atas insiden kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur, hingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan maut antara kereta Commuter Line dengan Kereta Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur, hari Senin 27 April 2026 malam.
Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi. “Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis Green SM dalam akun Instagram mereka yang dikutip Holopis.com, Selasa (28/4/2026).
– Advertisement –
Insiden yang melibatkan unit armadanya itu telah disampaikan secara penuh kepada pihak berwenang untuk dilakukan proses investigasi dan penyelidikan. “Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” lanjutnya.
Kemudian, mereka pun mengklaim bahwa keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan mereka. Termasuk bagaimana memastikan para driver taksi online listrik mereka tetap patuh pada standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.
– Advertisement –
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tandasnya.
Pun demikian, semua pernyataan mereka tak ada satu pun kalimat penyesalan dan permintaan maaf kepada publik usai insiden yang berakhir menewaskan 14 orang dan membuat 81 orang luka-luka itu.
“Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” pungkas pernyataan mereka.
Kemenhub Panggil Green SM
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, bahwa pihaknya akan memanggil Green SM pasca insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Hal ini karena insiden tersebut diduga berawal dari mogoknya taksi Green SM di perlintasan kereta hingga terjadi kecelakaan. Dimana kereta Commuter Line menabrak taksi Green SM tersebut hingga terseret sampai 100 meter.
Dudy sudah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan untuk menemui pihak Green SM. Menurut Dudy, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung hari ini akan membahas soal evaluasi.
“Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya,” kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur hari ini.
– Advertisement –