
JABAR EKSPRES – Dugaan pelecehan seksual terhadap santri oleh oknum guru ngaji di Megamendung, Kabupaten Bogor, mulai terungkap. Pelaku diduga menggunakan pendekatan dengan memberi rokok dan kopi kepada korban sebelum melakukan aksinya.
Keterangan keluarga korban berinisial P menyebut, pelaku sengaja mendekati santri yang memiliki karakter pendiam.
“Didekati pakai rokok dan kopi, tapi saat menolak korban merasa ditekan,” ujar P saat dihubungi, Senin (27/4/2026).
Baca Juga:Polisi Bekuk Terduga Pemalak Tukang Bangunan di Ciseeng, Minta “Uang Koordinasi” Rp200-500 RibuKasus Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Bogor Naik Tahap, 13 Saksi Diperiksa
Menurutnya, ketika korban menolak, pelaku diduga memberikan tekanan agar peristiwa tersebut tidak diceritakan kepada pihak lain. Bahkan, korban yang mencoba berbicara disebut sempat didatangi dan diancam.
“Pernah ada yang speak up kemudian didatangi dan diancam. Karena ustaz ini dari keluarga terpandang, makanya pada tidak berani,” tambahnya.
Keluarga korban juga menyebut dugaan kejadian serupa bukan hanya sekali terjadi. Mayoritas korban disebut merupakan santri laki-laki dan peristiwa itu diduga telah berlangsung sejak sebelum Ramadan.
“Sudah beberapa kali, korbannya kebanyakan laki-laki, dan sudah berlangsung dari sebelum Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Kasat PPA-PPO Polres Bogor, Silfi Adi Putri, menjelaskan pihaknya masih mendalami pemeriksaan terhadap para korban. Polisi juga akan melakukan rujukan visum psikiatrikum.
“Saat ini untuk para korban akan dilakukan rujuk visum psikiatrikum karena visum objeknya nihil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanggilan terduga pelaku belum dilakukan karena penyidik masih memfokuskan pemeriksaan terhadap korban. Proses penanganan kasus tersebut masih berlangsung.
Baca Juga:Pedagang Direlokasi ke Rest Area Gunung Mas Mengeluh Sepi, Penghasilan Kerap Nol RupiahSirnas Padel 2026 Sukses Digelar, Ahmad Luthfi: Ajang Pengembangan Atlet dan Sport Tourism
“Pemanggilan pelakunya nanti, karena kita mau fokus visum lebih dalam terhadap para korbannya,” pungkasnya.