JAKARTA, Holopis.com – Hari Tasyrik setelah Idul Adha bukan sekadar momen santai. Ada 5 amalan ringan yang diyakini bisa membuka rezeki dan menghapus dosa.
Hari Tasyrik sering kali lewat begitu saja setelah euforia Idul Adha.
– Advertisement –
Banyak yang mengira momen ini cuma soal lanjut makan daging kurban dan santai bersama keluarga.
Padahal, di balik itu semua, ada banyak amalan yang justru disebut-sebut punya keutamaan besar, mulai dari melapangkan rezeki sampai menghapus dosa.
– Advertisement –
Hari Tasyrik sendiri berlangsung pada 11, 12, dan 13 Zulhijah, tepat setelah Hari Raya Idul Adha.
Dalam berbagai riwayat, tiga hari ini bukan hari biasa.
Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa hari Tasyrik adalah waktu untuk makan, minum, dan mengingat Allah SWT.
Lalu, amalan apa saja yang bisa dikerjakan di momen istimewa ini?
1. Perbanyak Takbir dan Dzikir
Amalan paling utama di hari Tasyrik adalah memperbanyak takbir dan dzikir.
Ini bukan sekadar rutinitas lisan, tapi bentuk pengagungan kepada Allah SWT yang dianjurkan secara langsung dalam Al-Qur’an.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 203, Allah memerintahkan umat Islam untuk berzikir di hari-hari yang telah ditentukan.
Ulama menafsirkan hari tersebut sebagai hari Tasyrik.
Takbir yang biasa dilantunkan setelah salat atau di waktu-waktu tertentu menjadi simbol rasa syukur atas nikmat Idul Adha.
Banyak ulama menyebut, semakin sering seseorang berdzikir di hari-hari ini, semakin kuat pula ketenangan hati yang dirasakan.
2. Doa Sapu Jagat, Doa Pendek Tapi “Komplet”
Salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca di hari Tasyrik adalah doa sapu jagat, yang berasal dari Surah Al-Baqarah ayat 201.
Doa ini sering disebut sebagai doa “all in one” karena mencakup permintaan kebaikan dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari siksa neraka.
“Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ʿadhāban-nār”
Artinya, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Dalam banyak kajian, doa ini disebut sebagai salah satu doa paling lengkap yang bisa diamalkan kapan saja, apalagi di waktu yang dianggap mustajab seperti hari Tasyrik.
3. Makan dan Minum, Tapi Bukan Sekadar “Hura-hura”
Berbeda dengan hari-hari biasa, hari Tasyrik justru melarang umat Islam untuk berpuasa.
Hal ini berdasarkan hadis dalam Sahih Bukhari yang menegaskan bahwa hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.
Artinya, menikmati daging kurban bukan hanya diperbolehkan, tapi justru dianjurkan sebagai bentuk syukur.
Filosofinya sederhana dimana setelah beribadah dan berkurban, umat Islam diajak untuk merasakan nikmat yang sudah diberikan Allah SWT tanpa rasa berlebihan.
4. Dzikir dan Istighfar
Selain takbir, memperbanyak dzikir seperti istighfar, tahmid, dan tahlil juga sangat dianjurkan.
Hari Tasyrik masih termasuk dalam rangkaian ibadah Idul Adha, sehingga suasana spiritualnya masih sangat kuat.
Banyak ulama menyebut bahwa dzikir yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi sebab terbukanya pintu rezeki dan ketenangan hidup.
Meski tidak ada rumus instan, keyakinan bahwa Allah SWT akan mengganti setiap kebaikan dengan balasan terbaik menjadi motivasi utama.
5. Menyempurnakan Ibadah Kurban dengan Keikhlasan
Bagi yang melaksanakan kurban, hari Tasyrik menjadi bagian penting dari penyempurnaan ibadah tersebut.
Mulai dari proses penyembelihan, pembagian daging, hingga doa yang menyertainya, semuanya menjadi satu rangkaian ibadah yang tidak terpisahkan.
Kunci utamanya ada pada keikhlasan. Dalam banyak penjelasan ulama, nilai kurban bukan terletak pada besar kecilnya hewan, melainkan pada ketulusan niat di baliknya.
Semakin ikhlas seseorang dalam berkurban, semakin besar harapan diterimanya amal tersebut di sisi Allah SWT.
– Advertisement –