
JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bergerak cepat menangani bencana banjir dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal, Senin (13/4).
Berdasarkan informasi sejumlah titik terdampak, di antaranya Kecamatan Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, Ciparay, Solokanjeruk, hingga Bojongsoang. Dalam kegiatan tersebut, Bupati yang akrab disapa KDS didampingi jajaran perangkat daerah, TNI, Polri, Forkopimcam, serta aparat desa setempat.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
Selain melakukan monitoring, KDS juga menyapa warga terdampak sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat di lapangan.
Berdasarkan data sementara, Pemkab Bandung mencatat sebanyak 13 kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung. Kecamatan terdampak banjir meliputi Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Katapang, dan Margahayu.
Sementara itu, wilayah yang terdampak angin kencang di antaranya Rancaekek, Arjasari, Katapang, Dayeuhkolot, Baleendah, Kertasari, dan Pacet.
“Ada 13 kecamatan di Kabupaten Bandung yang terdampak banjir dan angin puting beliung,” ujar KDS.
Ia menjelaskan, saat ini Pemkab Bandung tengah melakukan asesmen untuk mengetahui jumlah kerusakan, baik rumah warga maupun infrastruktur, termasuk dampak dari tanggul sungai yang jebol di beberapa wilayah.
“Saat ini kita sedang melakukan asesmen, termasuk rumah yang terdampak angin kencang dan kerusakan akibat tanggul jebol di beberapa kecamatan,” ungkapnya.
KDS menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menangani kerusakan rumah warga. Rumah yang mengalami kerusakan berat akan langsung dimasukkan ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak
“Rumah yang mengalami kerusakan dan tidak layak huni akan kita perbaiki melalui program rutilahu,” katanya.
Untuk mendukung percepatan penanganan bencana, Pemkab Bandung juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar.
“Kita siapkan Rp3 miliar untuk penanganan kebencanaan, termasuk membantu rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang,” tegas KDS.
Selain itu, Pemkab Bandung juga telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama terkait penanganan tanggul jebol.