
JABAR EKSPRES – Setelah sempat terlantar dan mengalami tekanan psikologis di Sorong, Papua Barat Daya, Rahman Ramdani, warga Kampung Cikopo, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, akhirnya dipastikan segera dipulangkan.
Kepastian tersebut disampaikan Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, yang menyebut tiket kepulangan Rahman telah disiapkan untuk keberangkatan pada Jumat.
“Alhamdulillah, kemarin dari Dinsos telepon, insyaallah hari Jumat tiketnya sudah dibelikan. Ini hasil kolaborasi Baznas, Dinsos Kabupaten Bandung, dan kewilayahan,” ujar Anjar.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
Ia menjelaskan, proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan pengawalan lintas instansi. Dari Sorong, Rahman akan diantar oleh Dinas Sosial setempat menuju bandara sebelum melanjutkan penerbangan.
“Dari Sorong diantar Dinsos ke bandara, tidak langsung ke Cengkareng, tapi ke Makassar dulu. Di Makassar transit, baru ke Cengkareng,” jelasnya.
Setibanya di Jakarta, Rahman akan dijemput oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, lalu diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Bandung bersama pihak kecamatan dan desa untuk dipulangkan ke keluarga.
“Nanti di Cengkareng dijemput Dinsos Jabar, lalu kita dari Dinsos Kabupaten Bandung, kewilayahan, dan desa ikut menjemput. Mudah-mudahan keluarga juga bisa ikut menjemput di Dinsos Jabar di Cibabat,” kata Anjar.
Ia memperkirakan Rahman akan tiba di Bandung pada Sabtu, meski jam kedatangan belum dapat dipastikan.
“Perkiraan berangkat Jumat dari Papua, kita jemput Sabtu. Cuma jamnya belum tahu,” tambahnya.
Anjar juga memastikan kondisi Rahman saat ini relatif baik dan sudah berada dalam penanganan Dinas Sosial di Sorong.
Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak
Namun sebelumnya, Rahman sempat mengalami stres akibat lamanya menunggu kepastian kepulangan.
“Sekarang alhamdulillah sudah sama Dinsos Sorong. Cuma kemarin-kemarin sempat stres karena ingin pulang, tapi belum ada kepastian,” ungkapnya.
Diketahui, Rahman sebelumnya berangkat ke Sorong untuk bekerja di perusahaan perkebunan sawit.
Namun, ia dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan dan tidak kunjung dipulangkan, hingga akhirnya terlantar dan harus meminta bantuan berbagai pihak.