UNIFIL Protes Israel Hancurkan Kamera Pengawas di Markas Naqoura

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan akan mengajukan protes resmi setelah tentara Israel menghancurkan kamera pengawas di markas besarnya di Naqoura, Sabtu (4/4).

“Sejak Jumat, pasukan Israel telah menghancurkan semua kamera yang menghadap ke Jalan Menghi di markas besar kami di Naqoura,” ujar Candice Ardell, dikutip Holopis.com, (4/4).

– Advertisement –

Menurut Ardell, kamera tersebut dipasang untuk memantau situasi di sekitar kompleks UNIFIL. Fungsinya difokuskan pada upaya menjaga keamanan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak UNIFIL telah menyampaikan keprihatinan serius kepada militer Israel atas tindakan tersebut. Selain itu, langkah protes resmi juga akan diajukan sebagai respons atas insiden yang terjadi.

– Advertisement –

Peristiwa ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Situasi tersebut melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta disertai rangkaian insiden berulang yang turut berdampak pada posisi-posisi UNIFIL di wilayah Lebanon selatan.

Serangan Israel di Lebanon Dikecam Negara-negara Dunia

Sementara itu, serangan Israel di Lebanon telah dikecam beberap negara di dunia.  Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam operasi militer Israel di Lebanon. Ia menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon. Pernyataan itu disampaikan Carney saat konferensi pers membahas situasi di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Ini adalah invasi ilegal, ini adalah invasi terhadap Lebanon. Ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah mereka,” ujar Mark Carney.

Pernyataan tersebut muncul di tengah rencana Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat. Pertemuan itu akan membahas insiden tewasnya tiga anggota pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia di Lebanon selatan, yang dilaporkan terkena tembakan Israel.

Indonesia juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan. Permintaan ini disampaikan menyusul tewasnya tiga anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan langsung permintaan tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui sambungan telepon pada Senin (30/3). Ia menekankan pentingnya penyelidikan yang cepat, transparan, dan menyeluruh atas insiden tersebut.

– Advertisement –

Leave a Comment