
JABAR EKSPRES – Akumulasi SiLPA ratusan miliar rupiah di Pemkab Bandung Barat menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kinerja penyerapan anggaran sekaligus menentukan prioritas pembangunan 2027.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam forum Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Kantor Bapelitbangda Kabupaten Bandung Barat, Selasa (7/4/2026).
Ketua Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD KBB, Jajang Sukmahari, mengungkapkan bahwa total SiLPA sementara diperkirakan mencapai Rp200,5 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi sisa anggaran tahun sebelumnya yang tidak terserap secara optimal.
Baca Juga:SiLPA Membengkak, DPRD Bandung Barat Minta Anggaran DioptimalkanSilpa Pilkada KPU Kabupaten Bogor Capai Rp30 Miliar?
“Totalnya sekitar Rp200,5 miliar. Ini berasal dari sisa anggaran 2025 dan tahun-tahun sebelumnya, namun masih menunggu hasil audit resmi dari BPK,” ujar Jajang.
Ia menilai, besarnya SiLPA tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain berpotensi menjadi tambahan pembiayaan pembangunan, kondisi tersebut juga mengindikasikan adanya program yang belum berjalan maksimal.
“SiLPA ini bisa jadi dua sisi. Bisa karena efisiensi, tapi juga bisa karena ada program yang tidak terlaksana. Ini yang harus jadi evaluasi serius,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, menyebut SiLPA dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembiayaan program prioritas pada tahun 2027, terutama yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kalau angkanya signifikan, tentu bisa menjadi tambahan kekuatan fiskal untuk mendukung program yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Dalam pembahasan Pra-Musrenbang, mayoritas usulan pembangunan dari tingkat desa hingga kecamatan masih didominasi sektor infrastruktur. Selain itu, program keagamaan dan pendidikan juga menjadi perhatian.
Menurut Nur, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas, khususnya pembangunan dan rehabilitasi sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Bandung Barat.
Baca Juga:Turun 55,79 Persen! SILPA Kota Bogor 2022 Capai Rp161 Miliar, DPRD Ingatkan Hal IniPemkab Bogor Optimis Defisit Anggaran SILPA Rp400 Miliar Bisa Tertutup
Ia berharap perencanaan pembangunan ke depan lebih matang dan diikuti dengan penyerapan anggaran yang optimal agar tidak kembali menyisakan SiLPA dalam jumlah besar.
“Dengan perencanaan yang lebih matang dan penyerapan anggaran yang optimal, kami berharap tidak lagi terjadi SiLPA dalam jumlah besar, sehingga setiap program pembangunan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Wit)