
JABAR EKSPRES – Pengendara yang hendak melintasi Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) perlu berhati-hati dan disarankan untuk membatasi kecepatan kendaraan.
Pasalnya, pergerakan tanah sempat terjadi sehingga menimbulkan retakan sliding di Jalan Tol Cisumdawu tepatnya pada kilometer (KM) 207+300 hingga 207+400.
PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bergerak cepat melakukan penanganan jangka pendek dan panjang, termasuk menerapkan sistem contra flow sementara waktu.
Baca Juga:Troole Merchandise Perkuat Posisi sebagai Mitra Strategis Pengadaan Seminar Kit dan Corporate GiftPria Asal Cibinong Tewas Tertemper Kereta di Bojonggede, Polisi Pastikan Hal Ini
Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat mengatakan, jika dalam hal ini, sebelum teridentifikasi adanya retakan akibat pergerakan tanah, pihaknya sudah melakukan pengkajian pada dua bulan ke belakang.
“Dari hasil kajian tim ahli, teridentifikasi sekitar 18 sampai 20 meter ada pergerakan horizontal. Kedalaman vertikal 2 meteran,” katanya saat ditemui pada Selasa, (7/4/2026).
Diungkapkan Sudrajat, retakan yang muncul akibat pergerakan tanah sempat bertambah karena terguyur hujan deras beberapa waktu lalu.
Penanganan jangka pendek yang sudah dilakukan, ujar Sudrajat, meliputi pemasangan rambu peringatan dan pengurang kecepatan, serta pengisian retakan dengan material aspal dan penutupan dengan terpal supaya air tidak masuk menambah beban pada timbunan.
Selain penanganan sementara, pihak PT KCJT melakukan penanganan jangka panjang, dengan tahapan pengukuran topografi.
Kemudian, penyelidikan tanah tambahan pun dilakukan untuk identifikasi perlapisan tanah, pengukuran instrumentasi inklinometer untuk memastikan kedalaman bidang longsoran, analisa geoteknik untuk penentuan tipe perkuatan untuk penahan longsoran.
“Penanganan jangka panjang direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter, sepanjang kurang lebih 100 meter,” ujar Sudrajat.
Baca Juga:Pendaftaran SNBT Masih Dibuka, POLSUB Ajak Generasi Muda Raih Masa Depan IndustriRAYA CITY ESCAPE: Pengalaman Menginap Lebih Lama di DE BRAGA BY ARTOTEL
“Seluruh proses evaluasi dan perbaikan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan prosedur keselamatan yang berlaku,” tambahnya.
Pasca kejadian tersebut, Sudrajat memaparkan, jika pihaknya langsung melakukan identifikasi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase.
“Langkah tersebut, dilakukan pihaknya guna memastikan fungsi drainase dapat berjalan secara optimal,” paparnya.
Disampaikan Sudrajat, pihak PT CKJT akan terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala, khususnya pada titik-titik yang memiliki potensi risiko, terlebih di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.
“Butuh waktu sekira 3 sampai 4 bulan dalam proses penanganan retakan ini. Kami terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna memastikan keandalan struktur jalan tol berfungsi dengan baik serta bertahan dalam jangka yang panjang,” pungkasnya. (Bas)