Musim Pancaroba Picu Risiko Pohon Tumbang, Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi dan Tambah Tim Siaga – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi pohon tumbang selama musim pancaroba yang tengah berlangsung.

Sebanyak 65 ribu pohon yang tersebar di lebih dari 400 ruas jalan kini berada dalam pengawasan ketat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) guna meminimalkan risiko yang dapat membahayakan warga.

Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menegaskan bahwa periode Maret hingga April merupakan fase yang paling rawan setiap tahunnya.

Baca Juga:Aktivis Soroti Pohon Rawan Tumbang di Tengah Cuaca Ekstrem, Desak Pemkot Bandung Bertindak CepatRentetan Pohon Tumbang Mengancam Nyawa Warga Kota Bandung Di Tengah Cuaca Ekstrem Bandung

Perubahan cuaca yang tidak menentu, disertai angin kencang, menjadi faktor utama meningkatnya potensi pohon tumbang di berbagai titik kota.

“Memang setiap tahun, di musim pancaroba seperti sekarang ini, intensitas angin cenderung meningkat. Ini yang harus kami waspadai bersama karena berpotensi menyebabkan pohon tumbang,” ujar Luthfi, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, upaya mitigasi telah dilakukan sejak awal dengan menyasar pohon-pohon yang dinilai berisiko tinggi. Pemangkasan cabang dan ranting menjadi langkah utama untuk mengurangi beban pohon saat diterpa angin kencang.

“Karena itu, kami sudah melakukan langkah mitigasi sejak dini, salah satunya melalui pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Ini bagian dari upaya pencegahan agar risiko bisa ditekan,” katanya.

Namun demikian, Luthfi menekankan bahwa faktor penyebab pohon tumbang tidak hanya berkaitan dengan usia atau kondisi visual pohon semata. Ia menyebut, sistem perakaran serta tekanan lingkungan turut memegang peranan penting.

“Tidak hanya faktor usia atau kesehatan pohon. Tetapi juga kondisi perakaran dan tekanan lingkungan. Bahkan pohon yang terlihat sehat pun bisa tumbang ketika terjadi cuaca ekstrem, terutama jika akarnya tidak cukup kuat menahan beban dan terpaan angin,” jelasnya.

Berdasarkan data DPKP, kecepatan angin selama musim pancaroba di Kota Bandung dapat mencapai 60 hingga 75 kilometer per jam.

Baca Juga:Strategi Bertahan, Menhub Perkuat Penerbangan Domestik di Tengah Tekanan GlobalPerhutanan Sosial Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Menhut Ajak Warga Kelola Hutan Secara Berkelanjutan

Kondisi tersebut dinilai cukup kuat untuk memicu pohon tumbang, terutama di kawasan dengan kepadatan vegetasi tinggi atau ruang tumbuh akar yang terbatas.

Untuk itu, pengawasan di lapangan kini diperketat. DPKP juga menambah jumlah personel guna memastikan respons cepat jika terjadi insiden.

“Pada tahun ini, kami menambah jumlah tim lapangan menjadi lima kelompok dengan total sekitar 50 personel. Mereka disiagakan untuk melakukan pemantauan rutin sekaligus penanganan cepat apabila ada laporan pohon tumbang,” ungkap Luthfi.

Leave a Comment