Momen Lebaran, Jabar Inflasi 0,52 Persen – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,52 persen secara m-to-m. Itu buntut dari tingginya permintaan selama momen Lebaran 2026.

Hal itu berdasarkan data publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Rabu (1/4). BPS merincikan, menurut kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,38 persen. Lalu diikuti kelompok transportasi sebesar 0,09 persen.

Sedangkan menurut komoditas utama yang memberikan andil inflasi di antaranya adalah daging ayam ras sebesar 0,06 persen, beras dan bensin masing-masing sebesar 0,05 persen, tarif angkutan antar kota sebesar 0,04 persen, dan minyak goreng sebesar 0,03 persen.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis 

BPS juga mencatat bahwa dari 10 kabupaten/kota yang dipantau, Kota Cirebon mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,68 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bekasi sebesar 0,39 persen.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menuturkan, geliat inflasi itu memang ada beberapa faktor. Di antaranya karena memang momen Lebaran. Sehingga permintaan masyarakat terhadap beberapa sektor cukup tinggi.

Namun demikian, laju inflasi pada Maret bisa dibilang cukup terkendali. Karena kondisinya lebih rendah jika dibandingkan Febuari yang tembus 0,81 persen. “Ini bisa karena berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan harga pangan,” cetusnya.

Menurut Ari, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pengendalian harga melalui Gerakan Pangan Murah. Termasuk pemberian diskon tarif tol dan kereta api selama periode mudik. Itu nampak berdampak dalam meredam laju inflasi.

Ari melanjutka, inflasi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun lalu. “ini bisa karena pada 2025 lalu Ramadan dan Idul Fitri terjadi pada satu bulan penuh,” cetusnya.

Sementara itu jika secara y-o-y, Maret 2026 di Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 3,60 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,71 persen.(son)

Leave a Comment