Konflik Lahan Tutup Separuh Gedung, 456 Siswa SDN Bunisari Berdesakan di Sisa Kelas – jabarekspres.com

Konflik Lahan Tutup Separuh Gedung, 456 Siswa SDN Bunisari Berdesakan di Sisa Kelas – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Ratusan siswa SDN Bunisari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini harus berbagi waktu belajar setelah sebagian bangunan sekolah ditutup akibat konflik kepemilikan lahan.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun terpaksa dibagi menjadi dua shift sebagai solusi atas terbatasnya ruang kelas yang bisa digunakan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (9/4/2026), pagar berbahan bondek cor dipasang memisahkan bangunan depan dan belakang sekolah. Area belakang yang sebelumnya merupakan eks SDN Langensari yang kini digabung menjadi SDN Bunisari.

Baca Juga:Konflik Lahan SDN Langensari Bandung Barat Berlanjut, Ahli Waris Tempuh BandingDPRD Sumedang Soroti Konflik Sengketa Lahan SDN Pasirhuni

Di bagian belakang itu terdapat delapan ruang kelas dan satu ruang guru. Namun akses menuju area tersebut kini tertutup pagar pembatas.

Meski terdapat celah kecil, pihak sekolah memutuskan untuk tidak menggunakannya demi alasan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Iya, sekarang KBM dibagi dua shift karena sebagian ruang kelas tidak bisa digunakan akibat adanya pembatas di area sengketa,” kata Kepala SDN Bunisari, Iin Siti Herlina saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, siswa kelas 1 hingga 3 masuk pada pagi hari mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, sementara siswa kelas 4 hingga 6 mengikuti KBM pada siang hari mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai.

Kebijakan tersebut diambil setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan KBB sebagai langkah darurat agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak belajar, meski harus berbagi ruang kelas di gedung bagian depan.

Saat ini, total sekitar 456 siswa harus memanfaatkan tujuh ruang kelas yang tersedia ditambah satu ruang darurat yang disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kegiatan belajar tetap berjalan lancar. Dengan kondisi ruang yang terbatas, kami harus mengatur strategi agar semua siswa tetap terlayani, aman, dan tidak kehilangan hak pendidikannya,” ujar Iin. (Wit)

Leave a Comment