Kasus Campak Meningkat, Legislator Garut Dorong Sosialisasi Imunisasi Lebih Intensif – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Aten Munajat, merespons meningkatnya kasus campak di wilayah Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan intervensi yang lebih intens kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok yang masih enggan melakukan imunisasi.

Aten menuturkan, keengganan masyarakat terhadap imunisasi umumnya dipengaruhi faktor budaya dan pemahaman. Namun, ia menilai persepsi tersebut kini mulai berkurang.

“Saya pribadi juga belum menemukan langsung orang yang menolak imunisasi. Pemahaman itu (menolak imunisasi.red) sudah berkurang. Termasuk di kalangan pesantren kami,” cetusnya, Jumat (3/4).

Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap

Meski demikian, ia mengingatkan agar upaya sosialisasi tidak berhenti. Dinas Kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bersama para kader di lapangan, perlu terus aktif menjangkau masyarakat.

“Bisa dilakukan ke sekolah-sekolah, posyandu, hingga dor to dor jika perlu,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai respons terhadap peningkatan kasus campak. Selain sosialisasi, pelaksanaan imunisasi juga harus terus diperkuat. Aten pun mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Jawa Barat yang telah menyiapkan berbagai program penanganan.

Pihaknya berterima kasih kepada Dinkes Jawa Barat yang telah menyiapkan berbagai langkah. Termasuk imunisasi ORI di Garut dan Tasikmalaya.

“Harapan kami implementasinya juga berjalan dengan baik,” sambung Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Aten juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih peduli terhadap kelengkapan imunisasi anak. Ia meminta orang tua aktif memantau status imunisasi dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika imunisasi belum lengkap.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menggencarkan program Outbreak Response Immunization (ORI), khususnya di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus campak di dua wilayah tersebut.

Baca Juga:Lebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan Sumedang

ORI merupakan imunisasi campak yang diberikan kepada seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Program ini bertujuan menekan penyebaran campak secara cepat dan efektif.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa Garut dan Tasikmalaya menjadi prioritas karena adanya lonjakan kasus.

Leave a Comment