HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, menunjukkan dampak nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Tak hanya membangun infrastruktur, program ini juga berhasil menciptakan banyak lapangan kerja baru.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa jumlah jenis pekerjaan di kampung nelayan meningkat drastis.
– Advertisement –
“Program KNMP membuka lapangan kerja baru secara signifikan. Jenis pekerjaan berkembang dari 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan, atau naik 500 persen, termasuk pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan kini tidak hanya bergantung pada aktivitas melaut. Berbagai sektor baru seperti pengolahan hasil laut, distribusi logistik, hingga usaha kuliner berbasis perikanan mulai berkembang pesat.
– Advertisement –
Tak hanya jenis pekerjaan, jumlah tenaga kerja yang terserap juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya 120 orang menjadi 170 orang, atau tumbuh sekitar 47 persen.
“Yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” kata Qodari.
Program KNMP dirancang tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di wilayah pesisir. Hal ini mencakup penguatan produksi, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya,” jelasnya.
Dampak positif program ini mulai terasa dengan meningkatnya pendapatan warga dan aktivitas produksi yang semakin berkembang. Bahkan, pertumbuhan ekonomi desa juga ikut terdorong.
“Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” ujarnya.
Sebagai informasi, pembangunan KNMP Tahap I telah dimulai sejak September 2025 di 65 desa di 25 provinsi. Tahap II dilanjutkan pada Desember 2025 di 35 desa tambahan.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan ekspansi program ini hingga 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia. Target ini diharapkan mampu menjadikan sektor kelautan sebagai motor utama penggerak ekonomi desa.
– Advertisement –