Jet Tempur AS Tumbang! Ada Senjata Baru Iran yang Bikin Amerika-Israel Kewalahan

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin kompleks. Iran menyampaikan sistem pertahanan udara terbaru mereka bisa menumbangkan jet tempur canggih milik AS.

Teheran pede dengan kemampuannya saat ini bisa mengubah keseimbangan kekuatan di Udara. Bahkan, Iran mengklaim kontrol penuh atas wilayahnya sendiri.

– Advertisement –

“Benar-benar mencapai kendali penuh,” demikian pernyataan Khatam al-Anbiya, komando militer gabungan Iran, yang dikutip dari New York Post, Minggu, (5/4/2026).

Klaim Teheran muncul setelah insiden jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS di wilayah langit Iran.

– Advertisement –

Puing penting seperti kursi pelontar ACES II ditemukan di Iran selatan. Penemuan itu memperkuat indikasi bahwa jet tersebut benar-benar ditembak jatuh Iran, bukan sekadar mengalami gangguan teknis.

Pesawat tempur bernilai sekitar 31 juta dolar AS itu dilaporkan jatuh di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, dekat perbatasan Irak.

Dua awak pesawat terpaksa melontarkan diri. Satu pilot berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya sempat hilang dan menjadi target pencarian intensif.

Sistem Senjata Baru Iran

Sejumlah laporan menyebut Iran kemungkinan menggunakan sistem pertahanan udara Khordad 3 untuk menjatuhkan jet tersebut.

Namun, yang lebih menarik adalah dugaan penggunaan teknologi deteksi inframerah pasif. Metode itu memungkinkan pelacakan pesawat tanpa memancarkan radar.

Pendekatan ini membuat jet tempur modern sulit mendeteksi ancaman lebih awal, karena tidak ada sinyal radar yang bisa dihindari.

Insiden ini juga memicu operasi penyelamatan besar oleh AS. Namun, misi tersebut tidak berjalan mulus. Pesawat serang A-10 Thunderbolt II dilaporkan terkena tembakan saat operasi berlangsung.

Pesawat itu akhirnya jatuh setelah mencapai wilayah udara Kuwait, meski pilotnya berhasil menyelamatkan diri.

Di sisi lain, Iran dilaporkan mengerahkan kelompok bersenjata untuk memburu awak yang hilang, bahkan menawarkan imbalan hingga 60.000 dolar AS kepada warga.

Insiden ini menjadi kehilangan pesawat AS pertama yang terkonfirmasi sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Sejak saat itu, militer AS-Israel disebut telah menyerang lebih dari 12.300 target di Iran. Pejabat AS mengklaim bahwa serangan tersebut telah melemahkan kemampuan rudal dan drone Iran hingga lebih dari 90 persen.

Namun, jatuhnya jet tempur ini menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan signifikan.

Konflik ini kini tidak lagi hanya soal serangan dan balasan, tetapi tentang siapa yang benar-benar menguasai langit.

– Advertisement –

Leave a Comment