
JABAR EKSPRES – Suasana khidmat menyelimuti Kapel Mater Boni Consilii yang berlokasi di Jalan Supratman, Kota Bandung, saat para novis mempersembahkan drama Jalan Salib dalam bentuk tablo pada peringatan Jumat Agung.
Peragaan kisah sengsara Yesus ini dibawakan secara mendalam oleh para calon suster novis, yang dengan penuh penghayatan menampilkan rangkaian peristiwa mulai dari penjatuhan hukuman mati hingga pemakaman Yesus.
Salah satu novis, Sr. Wigberta, menjelaskan bahwa pertunjukan ini merupakan bagian dari refleksi iman dalam menyambut Hari Paskah.
Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap
“Kami para novis memerankan kisah Yesus, mulai dari saat Ia dihukum mati sampai dimakamkan. Dalam perjalanan itu ada beberapa perhentian, di mana setiap perhentian menggambarkan peristiwa penting, seperti saat Yesus disiksa, bertemu dengan ibunya, hingga akhirnya disalibkan,” ujarnya, Jumat (3/4).
Ia menambahkan, pertunjukan ini dikemas dalam bentuk tablo atau drama tanpa banyak dialog, yang lebih menekankan pada ekspresi, gerakan, dan suasana untuk menghadirkan nuansa reflektif bagi umat yang hadir.
Sebanyak 12 novis terlibat dalam pementasan ini. Dengan jumlah yang terbatas, para peserta harus memainkan lebih dari satu peran dalam berbagai adegan.
“Kami bukan dari OMK, tapi dari para calon suster novis. Karena jumlah kami 12 orang, jadi satu orang bisa memerankan beberapa adegan sekaligus,” jelasnya.
Rangkaian Jalan Salib ini berlangsung selama kurang lebih satu jam apabila seluruh adegan dijalankan secara lengkap. Rute peragaan dimulai dari pintu depan kapel, kemudian bergerak ke sisi samping, dan kembali lagi ke bagian depan dengan pusat kegiatan berada di altar.
Setiap perhentian menggambarkan momen penting dalam perjalanan sengsara Yesus, yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana perenungan mendalam bagi umat Katolik yang mengikuti ibadat Jumat Agung.
Drama tablo ini menjadi salah satu bentuk visualisasi iman yang membantu umat untuk lebih memahami makna pengorbanan Yesus Kristus. Tanpa banyak kata, pesan penderitaan, keteguhan, dan kasih yang ditampilkan mampu menyentuh perasaan para jemaat.
Baca Juga:Lebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan Sumedang
Sr. Wigberta berharap, melalui peringatan Jumat Agung ini, umat Kristiani dapat mengambil makna mendalam untuk kehidupan sehari-hari.