HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki fase paling berbahaya setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman ekstrem. Trump siap menghancurkan Iran hingga kembali ke ‘zaman batu’.
Pernyataan Trump bukan sekadar retorika. Pasalnya, serangan AS-Israel dilakukan secara nyata terhadap infrastruktur sipil yang memperparah eskalasi konflik.
– Advertisement –
Mengutip dari media internasional, Trump menegaskan bahwa AS akan menyerang Iran sangat keras dalam beberapa pekan ke depan. Dia mengancam Iran kembali ke zaman batu jika tuntutan Washington tak dipenuhi.
“Kita akan menyerang setiap pembangkit listrik mereka dengan sangat keras dan mungkin secara bersamaan,” kata Trump dikutip pada Jumat, (3/4/2026).
– Advertisement –
Ancaman Trump segera diwujudkan dalam bentuk aksi militer. Salah satu serangan AS dengan menghancurkan jembatan utama yang menghubungkan Teheran dan Karaj.
Serangan itu menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan AS itu menandai perluasan target ke infrastruktur sipil.
Langkah itu dinilai sebagai eskalasi signifikan karena untuk pertama kalinya infrastruktur publik menjadi sasaran langsung dalam konflik ini.
Ancaman ini langsung memicu respons keras dari Teheran. Iran menegaskan tak akan tunduk pada tekanan militer.
Pemerintah Iran dan elite militernya merespons dengan nada tegas. Mereka menilai tekanan AS sebagai upaya pemaksaan politik dan militer yang tidak bisa diterima.
Sejumlah pejabat tinggi Iran bahkan memperingatkan bahwa perang akan terus berlanjut hingga musuh mengalami penyesalan permanen.
Parlemen Iran juga menolak tekanan diplomatik Washington dan menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan dipaksa menyerah.
Dalam perkembangan lain, Iran mengancam akan memperluas target serangan. Teheran mengancam bakal menyasar infrastruktur energi dan kepentingan AS di kawasan Teluk jika serangan terus berlanjut.
Iran menunjukkan sikap yang tak takut. Teheran menegaskan tidak akan mundur melawan AS-Israel.
Juru bicara markas militer pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa serangan balasan akan semakin besar.
Kata dia, perang akan berlanjut hingga musuh Iran mengalami ‘penyesalan dan penyerahan permanen’.
– Advertisement –