
JABAR EKSPRES – Upaya menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat mulai diwujudkan. Bina Nusantara (Binus) University resmi meluncurkan inovasi bertajuk RWCoin di wilayah RW 03, Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi.
Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus implementasi hasil penelitian yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis komunitas.
RWCoin dirancang sebagai mata uang lokal (local currency) yang digunakan khusus di lingkungan RW. Sistem ini bertujuan menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat warga, sekaligus membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang lebih luas.
Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!
Peluncuran RWCoin merupakan hasil kolaborasi antara Binus University dan PT Bersuara Kreatif Bersama. Sinergi ini menggabungkan kekuatan riset akademik dengan pendekatan kreatif berbasis teknologi.
Perwakilan tim riset Binus University, Jajat Sudrajat menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata dari penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
“Ini adalah bukti bahwa riset universitas tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi turun langsung menjadi aksi nyata di tengah masyarakat,” ujar Jajat saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/26).
Dengan dukungan riset yang komprehensif, kata dia, RWCoin tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai sistem ekonomi yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat setempat.
“Melalui RWCoin, kami ingin memastikan inovasi dari PT Bersuara Kreatif Bersama dapat diimplementasikan secara optimal untuk memajukan kesejahteraan warga RW 03 Padasuka,” bebernya.
Implementasi RWCoin diarahkan untuk memperkuat posisi UMKM di tingkat lokal. Kata Jajat, sistem ini memberikan sejumlah manfaat langsung bagi pelaku usaha di RW 03 Padasuka.
Di antaranya, memastikan perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan warga, menciptakan pasar yang lebih loyal, serta membuka akses promosi yang lebih terstruktur.
Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan
Selain itu, program ini juga mendorong peningkatan literasi ekonomi digital di kalangan masyarakat. Warga diperkenalkan pada sistem transaksi modern yang tetap sederhana dan mudah diakses.
“Melalui pendekatan ini, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Jajat.
Lebih lanjut, Jajat mengatakan kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor kreatif dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.