HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, resmi menjajaki peluang kolaborasi strategis antara Indonesia dan Irlandia dalam sektor industri kreatif.
Langkah ini diambil guna menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berwawasan ke depan, serta mampu bersaing di kancah global.
– Advertisement –
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Riefky saat menghadiri Perayaan Hari Nasional Irlandia atau Saint Patrick’s Day di The Summit Café, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ia menilai Irlandia merupakan mitra kunci yang tepat bagi Indonesia, mengingat reputasi negara tersebut sebagai salah satu eksportir jasa kreatif terbesar di dunia.
– Advertisement –
Tercatat, nilai ekspor jasa kreatif Irlandia mencapai USD231 miliar pada tahun 2022, yang menunjukkan betapa kuatnya ekosistem kreatif mereka di pasar internasional.
Menteri Riefky mengungkapkan bahwa Irlandia memiliki kekuatan besar dalam konten penceritaan, industri digital, sastra, hingga film yang mencerminkan ekosistem kreatif yang terhubung secara global.
Melalui kemitraan ini, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk mendorong pertukaran talenta yang lebih besar, mulai dari program lintas mahasiswa hingga residensi seniman.
Selain itu, inisiatif budaya bersama akan terus diperkuat demi mempererat hubungan serta kapasitas komunitas kreatif di antara kedua negara.
Fokus utama kerja sama ini akan diarahkan pada beberapa subsektor unggulan yang memiliki landasan budaya mendalam, seperti industri gim, produksi bersama (co-production) film, dan sektor penerbitan.
Potensi ekonomi ini juga didukung oleh data perdagangan di sektor komputer dan mesin pengolah data yang mencapai angka USD11,9 juta pada tahun 2024.
Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon, menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan bahwa ekonomi kreatif merupakan inti dari hubungan bilateral yang ingin diperkuat.
Irlandia juga berkomitmen memperluas misi diplomatik yang mencakup sektor bisnis mode, gastronomi, hingga budaya di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia.
Acara peringatan Saint Patrick’s Day ini ditutup dengan harapan agar para pegiat industri, akademisi, dan komunitas kreatif dari kedua negara dapat semakin terkoneksi secara intensif.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Kementerian Ekraf serta sejumlah perwakilan diplomatik dari Uni Eropa, Ukraina, Kosta Rika, dan Kamar Dagang Irlandia di Indonesia.
– Advertisement –