
JABAR EKSPRES – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Amran Sulaiman meminta para importir kedelai untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah kenaikan harga komoditas tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga masih dapat dimaklumi selama berada dalam batas wajar, namun tidak boleh sampai memberatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang bergantung pada kedelai.
“Kami sudah minta teman-teman importir jangan mengambil keuntungan besar. Anda sudah impor sudah puluhan tahun, tolong jangan mempersulit orang. Naiknya boleh lah naik, tetapi jangan sampai itu menekan saudara-saudara kita yang membutuhkan kedelai ya,” ujar Amran saat mengunjungi Kota Bogor, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga:Tak Ada Relaksasi Bea Masuk Bahan Baku Plastik, Purbaya Sebut Ini Alasannya!Pedagang Plastik di Bogor Tercekik Kenaikan Harga, Sebut Omzet Menurun
Amran pun menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap izin impor apabila ditemukan praktik kenaikan harga yang dinilai tidak wajar.
Lebih lanjut dijelaskan, rekomendasi impor komoditas kedelai di Indonesia saat ini melibatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
Karena itu, Amran menyampaikan bahwa pemerintah memiliki kewenangan sepenuhnya untuk meninjau kembali kebijakan impor jika diperlukan.
“Kalau menaikkan semena-mena, maka kami akan pertimbangkan nanti evaluasi impornya, izin impornya, ya,” katanya.
Selain itu, Arman pun turut mengingatkan para pelaku usaha untuk menunjukkan kepedulian di tengah kondisi global yang tidak menentu, termasuk dampak situasi geopolitik terhadap rantai pasok dan harga pangan.
“Kita harus peduli di saat ada kondisi geopolitik memanas seperti ini, kita peduli pada rakyat Indonesia. Kapan lagi kita mau berbuat baik pada bangsa? Ini kesempatan emas untuk berbuat baik pada negara kita yang kita cintai,” tuturnya.