Harapan Baru Saparudin, Rumahnya di Cileunyi Dibangun Ulang Berkat Uluran Tangan Banyak Pihak – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Harapan baru kini mulai dirasakan Saparudin, warga Dusun Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Rumahnya yang berukuran 3×6 sebelumnya tidak layak huni akhirnya dibongkar untuk dibangun kembali berkat uluran tangan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, artis hingga pengusaha.

Diketahui jika kondisi rumah Saparudin sudah tidak layak huni, dinding dari bilik bambu yang telah keropos, sebagian atapnya bocor, dan rangkanya nyaris tak lagi kokoh menahan waktu.

Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap

Di dalamnya, 12 orang dari tiga kepala keluarga hidup berdempetan. Sejak tahun 2000, ia dan keluarganya bertahan di sana menjalani hari-hari dalam ruang sempit yang kian rapuh.

Proses pembongkaran dilakukan pada Sabtu (5/4/2026), disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, artis Irfan Hakim serta pengusaha Ikan Koi Hartono.

Saparudin mengatakan Saparudin mengaku terharu atas perhatian yang datang dari banyak pihak.

“Saya merasa bangga dan terharu, saya ucapkan banyak terima kasih,” ujarnya singkat.

Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan mendapatkan bantuan hingga didatangi banyak pihak, termasuk pemerintah dan tokoh publik.

Adapun selama proses pembangunan berlangsung, Saparudin dan keluarganya untuk sementara waktu harus tinggal di rumah kontrakan di dekat lokasi.

“Saya ngontrak dulu sementara, karena rumah ini mau dirobohkan,” ucapnya.

Baca Juga:Lebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan Sumedang

Sementara itu, Wabup Ali Syakieb mengatakan, kehadiran pemerintah bersama elemen masyarakat ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Ia menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten agar persoalan serupa bisa lebih cepat ditangani, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bandung.

Sejumlah material bahkan sudah mulai disiapkan, sementara proses pembangunan akan melibatkan berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat.

“Pembangunan rumah ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu. Kita dorong gotong royong. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kolaborasi semua pihak. Konsepnya pentahelix,” jelasnya.

Ali juga mengajak para pengusaha di Kabupaten Bandung untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan menyalurkan bantuan melalui program CSR yang tepat sasaran.

Di lokasi yang sama, Irfan Hakim menilai bahwa peran media sosial sangat besar dalam membuka mata publik terhadap realita kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian.

Leave a Comment