Gagal Kerja di Perusahaan Sawit,  Warga Ciparay Terlantar di Sorong hingga Tunggu Kepastian Pulang – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Seorang warga asal Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rahman Ramdani, dilaporkan terlantar di Sorong, Papua Barat setelah gagal bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Ia kini tidak memiliki biaya untuk kembali ke kampung halamannya.

Dalam keterangan tertulisnya, Rahman mengaku awalnya tertarik dengan lowongan pekerjaan di media sosial Facebook dari akun bernama “Galuh Satria” pada 5 Maret 2026.

Pekerjaan tersebut menawarkan posisi pemeliharaan dan panen sawit dengan iming-iming gaji hingga Rp8 juta per bulan.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis 

“Saya kemudian menghubungi akun tersebut untuk menanyakan mekanisme kerja, gaji, serta fasilitas. Dijelaskan gaji pokok Rp3.800.000 per bulan dengan sistem harian Rp152.000, ditambah bonus dan lembur,” ujar Rahman dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Ia juga dijanjikan bahwa biaya transportasi menuju lokasi kerja akan ditanggung terlebih dahulu oleh pihak agen dan dipotong dari gaji.

Setelah menyetujui tawaran tersebut, Rahman berangkat pada 7 Maret 2026 menuju kantor agen CV. DFD Sejahtera dan sempat tinggal di penampungan sebelum diberangkatkan ke Papua Barat.

Pada 14 Maret 2026, Rahman bersama 16 orang lainnya tiba di Sorong dan langsung dibawa ke lokasi perkebunan sawit PT. IKS. Namun, harapannya pupus setelah dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan.

“Saya dinyatakan tidak lolos karena kondisi mata minus jarak jauh serta riwayat saraf kejepit. Pihak perusahaan tidak ingin mengambil risiko,” katanya.

Rahman menyebut, pihak perusahaan sempat menjanjikan pemulangan bagi pekerja yang tidak lolos seleksi kesehatan. Namun, hingga berbulan-bulan kemudian, kepastian tersebut tak kunjung terealisasi.

“Disampaikan akan dipulangkan sekitar 28 Maret 2026, tapi sampai 31 Maret belum ada kepastian. Saat ini saya tidak memiliki uang sama sekali untuk pulang,” ungkapnya.

Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Selama menunggu, Rahman sempat meminta bantuan kepolisian setempat hingga akhirnya ditampung sementara.

Ia kemudian dipindahkan ke Yayasan Rumah Singgah At-Taubah yang memberikan tempat tinggal dan kebutuhan dasar.

Sementara itu, Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, membenarkan bahwa Rahman merupakan warganya yang saat ini berada di Sorong dan tengah berupaya pulang ke Bandung.

“Ya, perihal tadi warga kami yang katakanlah terlantar di Sorong, setelah ditelusuri betul itu warga kami. Keluarganya juga masih ada, orang tuanya kebetulan sedang stroke,” ujar Anjar, Kamis (2/4/2026).

Leave a Comment