Fakta Mengejutkan Kasus Campak di Cimahi, Dinkes Ungkap Mayoritas Belum Imunisasi! – jabarekspres.com

Fakta Mengejutkan Kasus Campak di Cimahi, Dinkes Ungkap Mayoritas Belum Imunisasi! – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan setelah temuan kasus penyakit menular campak di wilayahnya. Dari ratusan laporan yang masuk, sebagian telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Berdasarkan data terbaru, tercatat 155 kasus suspek campak, dengan 16 orang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan, seluruh data tersebut dihimpun dari laporan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Kota Cimahi. Ia menekankan bahwa tidak semua pasien yang tercatat merupakan warga asli Cimahi.

Baca Juga:Kasus Campak Meningkat, Imunisasi Digencarkan: Ratusan Anak Jadi SasaranCegah Campak, Dinkes Kabupaten Bandung Barat Minta Warga Jaga Pola Hidup Sehat

“Ada juga pasien dari luar daerah yang menjalani perawatan di rumah sakit yang berada di Cimahi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).

Mulyati menyebut, dari ratusan kasus suspek yang tercatat, sebagian telah terkonfirmasi positif. Meski demikian, ia memastikan seluruh pasien yang dinyatakan positif tersebut kini telah pulih dan dalam kondisi sehat.

“Dari 155 kasus suspek, yang dinyatakan positif ada 16 orang. Kabar baiknya, kondisi mereka saat ini sudah sembuh dan dinyatakan pulih,” sebut Mulyati.

Meski seluruh pasien telah pulih, temuan ini tetap menjadi perhatian serius. Pasalnya, dari 16 kasus positif tersebut, 15 diantaranya diketahui belum pernah menerima imunisasi campak atau vaksin MR (Measles-Rubella).

“Ini menjadi indikator kuat bahwa kekebalan tubuh yang rendah akibat tidak divaksin menjadi faktor utama kerentanan terhadap penyakit ini,” katanya.

Dinkes Cimahi pun mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu.

Vaksinasi, kata Mulyati, dinilai sebagai langkah paling efektif dalam mencegah penularan sekaligus menghindari komplikasi yang lebih berat.

Baca Juga:Sebaran Campak Mengkhawatirkan, Dinkes Cimahi Dorong Imunisasi Lengkap Pada AnakKasus Campak di Jawa Barat Melonjak, Warga Diminta Waspada Penularan Saat Mudik Lebaran 2026

“Imunisasi dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis tambahan (booster) pada usia 18 bulan dan saat usia sekolah 5-7 tahun melalui program BIAS. Ini sangat penting untuk membentuk antibodi,” tegasnya.

Di sisi lain, Mulyati memastikan, capaian imunisasi di Kota Cimahi masih berada pada level yang baik. Sepanjang tahun 2025, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) telah melampaui angka 95 persen.

“Layanan vaksinasi pun mudah diakses, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga praktik bidan mandiri,” ucapnya.

Leave a Comment