
Oleh: Atjep Amri Wahyudi (110)
JABAR EKSPRES – Lebaran tahun ini boleh jadi masyarakat (khususnya umat Islam) jalani dalam suasana keprihatinan, mengapa? Mungkin ada yang bertanya demikian. Betapa tidak? Pada akhir Februari 2026 pecah perang antara Iran yang dikeroyok oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).
Kita tahu bahwa lokasi peperangan di jazirah Arab jauh dari Indonesia yang berada di Asia Tenggara. Tapi masyarakat pasti juga paham bahwa peperangan itu sedikit banyak imbasnya akan merembet ke Indonesia. Dan hal itu akan menambah beban masyarakat. Beban apa sih?
Sudah sejak setahun belakangan ini ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ditandai dengan badai PHK sejak tahun lalu jelang berakhirnya pemerintahan Jokowi yang kemudian beralih ke Prabowo. Sampai memasuki lebaran tahun ini kondisi perekonomian negara belum juga membaik. Bahkan jumlah pengangguran meningkat, kurs Rupiah tembus di Rp 17.000 per USD dan masih banyak lagi indikator lainnya yang menandakan kita sedang collapse.
Baca Juga:Strategi Bertahan, Menhub Perkuat Penerbangan Domestik di Tengah Tekanan GlobalPerhutanan Sosial Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Menhut Ajak Warga Kelola Hutan Secara Berkelanjutan
Lantas apa hubungan antara lebaran dengan peperangan Iran? Untuk memudahkan pembahasan, penulis menyebut perang Iran sebagai “Perang Teluk IV” karena dalam catatan penulis perang terakhir yang melibatkan Iran adalah yang ke empat, sejak perang Iran versus Irak pada 1988. Untuk detilnya pembaca bisa menyimak kanal youtube penulis bertajuk “Pelangi AA Wahyudi”.
Sejatinya Perang Teluk IV tidak dapat dilepaskan dari permusuhan abadi antara Iran versus Israel dan AS, namun terkait juga dengan aspek lainnya misal Palestina. Oke lah, kita tinggalkan Perang Teluk, Palestina dan sebagainya karena memang rubrik ini bukan kolom politik. Esay kali ini penulis berusaha memberikan penguatan kepada pembaca terutama pada diri penulis sendiri, untuk apa atau dalam hal apa? Untuk bersyukur kepada Tuhan walau saat ini masyarakat sedang dalam keterpurukan namun secara umum negeri ini situasinya aman-aman saja. Konkritnya, tidak ada perang di bumi persada Nusantara.
Hal yang aman-aman saja ini susah dijumpai di belahan bumi lain. Kita lihat di Eropa juga tidak luput perang antara Rusia versus Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 alias memasuki tahun kelima. Walaupun yang berperang hanya dua negara Eropa tapi dampaknya pasti dirasakan ke negara Eropa lainnya.