HOLOPIS.COM, JAKARTA – Masa depan Marc Marquez bersama Ducati mulai diselimuti tanda tanya besar. Meski kontraknya masih berlaku hingga akhir 2026, kondisi fisik sang pebalap membuat situasinya jadi tidak pasti.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Ducati bahkan sudah mulai menyiapkan opsi pengganti jika Marquez tidak bisa melanjutkan kariernya secara kompetitif.
– Advertisement –
Seperti diketahui, Marquez masih berjuang pulih dari cedera patah tulang selangka yang dialaminya di Mandalika pada Oktober lalu. Kondisinya semakin sulit setelah mengalami kecelakaan lagi di Austin.
Dampaknya terlihat jelas di lintasan. Dari enam balapan pertama musim ini, Marquez hanya mampu meraih satu kemenangan, itupun di sprint MotoGP Brasil.
– Advertisement –
Situasi ini memicu spekulasi bahwa juara dunia sembilan kali itu bisa saja memilih pensiun lebih cepat dari yang diperkirakan.
Marquez dikenal sebagai pebalap yang selalu ingin kompetitif. Jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan, bukan tidak mungkin ia memilih untuk mengakhiri kariernya.
“Saya sejujurnya merasa bahwa jika cedera bahu dia tidak membaik dan kita sudah menjalani separuh kejuaraan, tiga perempat kejuaraan, saya merasa bahwa tidak sepenuhnya mustahil apabila Marc akan bilang, ‘Oke, di akhir musim, sudahi saja. Aku selesai,” ujar reporter MotoGP, Jack Appleyard yang dikutip Holopis.com dari Motosan, Jumat (10/4/2026).
Di tengah ketidakpastian ini, Ducati dikabarkan sudah menyiapkan beberapa nama sebagai calon pengganti. Di antaranya adalah Fermin Aldeguer dari Gresini dan Fabio Di Giannantonio dari tim VR46.
Keduanya dianggap punya potensi besar untuk naik ke tim pabrikan dan berduet dengan Pedro Acosta.
“Marquez kan ada di sini untuk memenangi titel juara dunia, dan Ducati bisa dengan mudah mempromosikan Fermin ke tim pabrikan. Saya pikir mereka bisa melakukannya jika Marc memutuskan pensiun. Mereka sudah punya seorang pengganti yang sempurna,” lanjut Appleyard.
Namun, mendatangkan Aldeguer bukan perkara mudah. Pebalap muda itu dikabarkan sudah memiliki kesepakatan dengan VR46 untuk musim 2027. Sementara itu, kontrak Di Giannantonio akan habis di akhir musim ini, sehingga peluangnya lebih terbuka.
Dengan situasi yang terus berkembang, keputusan besar kini ada di tangan Marquez: bertahan dan bangkit, atau memilih menutup karier lebih cepat.
– Advertisement –