
JABAR EKSPRES – Seorang pria berinisial D (58) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah saung di Kampung Arca, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Kamis (2/4/2026) pagi.
Korban diduga mengakhiri hidupnya akibat depresi karena penyakit yang dideritanya.
Kapolsek Ciwidey, AKP Peeterson Timisela, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki yang meninggal dunia dengan cara gantung diri di wilayah Kampung Arca,” ujarnya.
Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!
Kapolsek menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi sekitar pukul 06.30 WIB saat hendak menuju kebunnya.
Dalam perjalanan, saksi melihat korban dalam kondisi tergantung di sebuah saung yang berada di area persawahan.
“Pada saat perjalan menuju kebun miliknya saksi menemukan ada laki laki sedang gantung diri di bangunan/saung yang ada di sekitar kebun sawah miliknya. Setelah di cek bahwa laki laki yang di saung yaitu D (Alm) dengan posisi badan tergantung,” katanya.
Warga kemudian mendatangi lokasi dan memastikan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Polsek Ciwidey langsung melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), mulai dari mengamankan lokasi hingga meminta keterangan para saksi.
Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan
“Dari hasil pengecekan Tim Inafis Polresta Bandung, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan, baik tajam maupun tumpul,” katanya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes yang tak kunjung sembuh. Kondisi tersebut diduga memicu tekanan psikologis hingga korban nekat mengakhiri hidupnya.
“Menurut keluarga, korban merasa kesal terhadap penyakit yang dideritanya dan tidak kunjung sembuh,” ungkapnya.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan pihak keluarga akan membuat surat pernyataan penolakan otopsi dan menganggap sebagai musibah,” pungkasnya.