
JABAR EKSPRES – Polemik tarif parkir di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong yang viral di media sosial berujung pada pemanggilan vendor parkir, PT Baraya Hiraya, oleh DPRD Kabupaten Bogor, Jumat (10/4/2026).
Pemanggilan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat Kabupaten Bogor di media sosial yang menginginkan pergantian vendor terkait tarif parkir yang dinilai tidak wajar, hingga muncul kebijakan parkir gratis selama satu bulan.
Sebab, kebijakan tersebut sempat menuai polemik lanjutan akibat miskomunikasi di lapangan.
Baca Juga:Meningkat! Inspektorat Periksa 14 ASN Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Pelaku Utama Segera DiumumkanPemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke Keluarga
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, menegaskan bahwa keberlanjutan vendor parkir akan sangat bergantung pada hasil evaluasi pihak rumah sakit.
“Kalau vendor itu masih terikat kontrak yang sekarang. Nanti biarkan pemda melalui pihak rs yang mengevaluasi, kalau kita tidak merekomendasikan terkait masalah kontrak tersebut,” ujarnya.
Ferry menekankan, kontrak yang saat ini berjalan memiliki dasar hukum sehingga tidak bisa serta-merta diputus.
“Bukan mempertahankan, karena mereka sudah mempunya kontrak, kontrak itu mempunyai payung hukum,” katanya.
Meski begitu, DPRD masih membuka peluang pergantian vendor jika terbukti merugikan masyarakat.
“Ada kemungkinan, makanya itu nanti penilaiannya dari rumah sakit karena kan yang merasakan, kalau memang dia merugikan masyarakat itu akan dikenakan sanksi dan mungkin tidak diperpanjang,” tegas Ferry.
Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi kontrak akan dilakukan secara berkala, bahkan dimungkinkan setiap tahun, guna memastiksn tidak ada lagi kejadian serupa.
Baca Juga:Parkir Liar Rp50 Ribu di Stadion Pakansari Viral, Pemkab Bogor Gerak Cepat Bentuk SatgasSkandal Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor Memanas, 12 ASN Kini Diperiksa Inspektorat
“Kalau pergantian vendor berdasarkan rumah sakit, kalau keluhan warga terkait tarif terkait pelayanan. Itu menjadi bahan masukan, penilaian untuk RS,” katanya.
Pewarta: Dzihar