HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui sejumlah anak buahnya merespon kritik yang dilontarkan Jusuf Kalla mengenai penerapan WFH demi penghematan BBM.
Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto mulanya berdalih bahwa penerapan WFH ini hanyalah strategi jangka pendek yang dilakukan pemerintah.
– Advertisement –
“WFH ini murni langkah taktis jangka pendek, sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik,” kata Nico dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Jumat (3/4).
Nico menyebut bahwa solusi fundamental pemerintah sesungguhnya ada pada transisi energi dalam jangka menengah dan panjang.
– Advertisement –
“Seperti mempercepat ekosistem kendaraan listrik, transisi bioenergi B50, hingga memperkuat infrastruktur dan produksi BBM domestik,” ujarnya.
“Krisis hari ini kita urai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional, sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan,” sambungnya.
Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa juga berdalih bahwa Work from home bukan berarti berhenti bekerja atau beristirahat.
“Melainkan penyesuaian cara kerja agar tetap produktif dalam situasi yang dinamis,” kata Tina.
Tina kemudian menggunakan pengalaman saat pandemi COVID-19 ketika layanan pemerintahan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan, meskipun sebagian dilakukan secara jarak jauh.
“Yang berubah adalah cara kerja, bukan komitmen pelayanan,” imbuhnya.
Tina bersikeras bahwa layanan publik tetap menjadi prioritas utama dan tidak dikurangi.
“Sektor-sektor yang memang harus hadir secara langsung—seperti tenaga kesehatan, layanan darurat, transportasi, serta pelayanan publik tatap muka—tetap beroperasi penuh,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Jusuf Kalla menilai ada potensi buruk yakni pegawai yang WFH bisa saja tidak bekerja. Ia menyoroti sektor pemerintahan dan swasta yang besar. Menurutnya, mengelolanya tidak bisa dengan WFH.
“Tetapi efeknya mereka tidak kerja. Itu layanan pemerintah itu besar sekali. Apalagi kalau masih diminta pengusaha lagi, bagaimana penjualan, bagaimana produksi? Akan turun. Itu bahayanya akibatnya ini. Nah, jangan kita mendidik, mengajar, memberikan budaya kalau ada masalah suruh istirahat, jangan,” kata JK.
– Advertisement –