Soal Proyek Penggabungan Gedung Sate dan Lapang Gasibu, Pengamat: Urgensinya Apa? – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Proyek menggabungkan Gedung Sate dengan Lapang Gasibu yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), mulai mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Pasalnya proyek yang ditargetkan akan rampung pada 6 Agustus 2026 dengan memakan anggaran hingga sekitar Rp15 Miliar, kini sejumlah pihak salah satunya pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjajaran (UNPAD), Yogi Suprayogi, mulai menyoroti soal urgensi dari pembangunan tersebut.

Menurut Yogi proyek penggabungan Gedung Sate dengan Lapang Gasibu tersebut, dinilai tidak sesuai dengan prinsip efisiensi anggaran yang kini tengah dicanangkan khususnya oleh pemerintah pusat.

Baca Juga:Soal Proyek Penataan Halaman Gedung Sate, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi!Legislator: Penataan Halaman Gedung Sate Bertentangan dengan Efisiensi dan Kebudayaan!

“Dulu (zaman) pak Ridwan Kamil (pembangunan) kolam berenang di Gedung Pakuan, padahal kan pada saat itu sedang Covid. Nah kang Dedi (Mulyadi) juga sekarang, (mengeluarkan anggaran) Rp15 Miliar untuk (menggabungkan) Gedung Sate dan Lapang Gasibu,” katanya, saat dihubungi, Sabtu (18/4).

Yogi mengatakan, ketimbang menggabungkan Gedung Sate dan Lapang Gasibu, dengan anggaran sekitar Rp15 Miliar tersebut, sebaiknya digunakan untuk membangun yang memiliki urgensi cukup penting

“Kalau saya lihat Jawa Barat sekarang itu kekurangan jalan. Jadi kalau kita bandingkan apple to apple pelayanan dasar terkait jalan baru di Jawa Barat itu justeru kurang sekarang. Jadi kalau dibandingkan dengan (proyek) menggabungkan) Gedung Sate dan Lapang Gasibu, apa urgensinya,” ungkapnya.

Maka dari, menanggapi proyek tersebut, Yogi menuturkan anggaran sebesar Rp15 Miliar yang digunakan untuk menggabungkan Gedung Sate dengan Lapang Gasibu tersebut sebaiknya dihibahkan untuk melakukan penataan daerah.

“Jadi (dengan anggaran tersebut) kenapa enggak sekalian menata saja daerah, daripada cuma estetik. Jadi ini sama-sama saja seperti jaman kang Ridwan Kamil, belum sampai ke tahap perbaikan-perbaikan yang signifikan,” pungkasnya

Untuk diketahui, proyek ambisius Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang ingin menggabungkan Gedung Sate dengan Lapang Gasibu, Kini tengah dilakukan oleh Pemprov Jabar.

Dedi Mulyadi menyebut, proyek penataan Halaman Gedung Sate yang akan digabungkan dengan Lapangan Gasibu tersebut dilakuan guna memudahkan aksi demonstrasi.

Baca Juga:Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke ChinaHarga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok 

Selain itu, ia juga menguraikan penataan tersebut sekaligus untuk memudahkan akses ke Gedung Sate.

Leave a Comment