
JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti serius dampak banjir terhadap para petani di wilayah Kabupaten Bandung, khususnya ancaman gagal panen di tengah musim panen raya.
Dalam kunjungannya ke Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Jumat (17/4/2026), Cucun menegaskan bahwa kondisi petani harus menjadi perhatian utama pemerintah di tengah bencana banjir yang meluas.
“Jangan sampai mereka sudah gagal panen, rumah juga terdampak banjir. Ini harus jadi perhatian bersama,” ujarnya.
Baca Juga:Baru Diresmikan 1 Bulan, Jembatan Gombang dengan Anggaran Rp1 Miliar Ambruk Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke China
Menurutnya, banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berpotensi merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi para petani dari kerugian yang lebih besar.
Cucun mendorong agar Pemkab Bandung segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, termasuk dalam mengoptimalkan program asuransi pertanian bagi petani yang terdampak gagal panen.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan menyeluruh terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir. Data tersebut dinilai krusial sebagai dasar penyaluran bantuan dan intervensi dari pemerintah pusat.
“Pak Bupati diminta mengerahkan tim ke wilayah-wilayah terdampak banjir maupun daerah yang mengalami gagal panen, agar bisa dilakukan pendataan secara menyeluruh,” katanya.
Menurut Cucun, keterlibatan seluruh unsur pemerintah sangat dibutuhkan agar penanganan terhadap petani terdampak bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Ia menilai, tanpa langkah yang terukur, petani akan menghadapi beban berlapis mulai dari gagal panen hingga kerusakan tempat tinggal akibat banjir.
Baca Juga:Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai Apresiasi
Karena itu, ia menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan perlindungan, baik melalui bantuan langsung maupun skema jangka panjang seperti asuransi pertanian.
“Ini harus jadi perhatian bersama,” tegasnya kembali.