Banjir Meluas di Kabupaten Bandung, Bupati Dorong Solusi Jangka Panjang dan Penanganan Dipercepat – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Banjir yang meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.

Hal ini ditegaskan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat mengikuti rapat koordinasi penanganan banjir di Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya, Dadang mengungkapkan bahwa dampak banjir saat ini cukup signifikan dan tersebar di banyak wilayah.

Baca Juga:Cucun Soroti Nasib Petani Terdampak Banjir Bandung, Dorong Asuransi hingga Pendataan MenyeluruhCucun Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Panyadap, Tekankan Solusi Nyata dan Tepat Sasaran

“Saya melaporkan bahwa Kabupaten Bandung saat ini terdampak banjir di sekitar 13 kecamatan dengan kurang lebih 20.000 kepala keluarga terdampak. Ada wilayah yang merupakan daerah langganan banjir, termasuk yang mengalami jebol tanggul,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi di lapangan serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

“Kami juga terus memantau kondisi di lapangan. BNPB sudah dikumpulkan dan melakukan koordinasi. Ini juga merupakan perintah dari DPR RI untuk memastikan penanganan berjalan,” katanya.

Menurutnya, percepatan penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan lintas sektor dan lintas wilayah.

“Semua unsur harus bergerak, baik dari provinsi Jawa Barat, BNPB, Kementerian Sosial, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Sosial, Dinas PU, Kominfo, Dinas Kesehatan, BPBD, serta kepala desa yang terus melaporkan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Selain penanganan darurat, KDS sapaan akrabnya menekankan pentingnya solusi jangka panjang guna mencegah banjir berulang, salah satunya melalui normalisasi sungai.

“Lokasi sungai di wilayah Bojong hingga sekitar 1,8 km menjadi titik perhatian. Warga di sepanjang bantaran sungai mayoritas sudah menyetujui rencana normalisasi dan pelebaran sungai hingga 8 meter,” ungkapnya.

Baca Juga:Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai Apresiasi

Namun, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan terkait sebagian warga yang belum menyetujui rencana tersebut.

“Namun masih ada beberapa rumah yang belum setuju dan masih bertahan. Ini perlu pendekatan lebih lanjut bersama pemerintah desa dan masyarakat,” tambahnya.

Untuk mempercepat penanganan, Ia juga mendorong pembentukan satuan tugas khusus yang dapat bekerja secara terintegrasi.

“Saya juga mendorong agar segera dibentuk satgas percepatan penanganan. Tidak bisa hanya mengandalkan desa karena situasi ini membutuhkan penanganan lintas wilayah,” tegasnya.

Leave a Comment