GNK Desak Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi total, bahkan mencopot Dadan dari jabatannya guna menyelamatkan program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai mulai kacau balau.

Habib Syakur menilai, rentetan kasus keracunan makanan yang menimpa siswa di sejumlah daerah merupakan bukti nyata kegagalan kepemimpinan dalam mengelola standar keamanan pangan. Menurutnya, nyawa anak-anak sekolah dipertaruhkan akibat manajemen yang tidak kredibel dan pengawasan yang lemah di tingkat pusat.

– Advertisement –

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah janji suci Presiden kepada rakyat. Namun di tangan Dadan Hindayana, program ini justru tampak amatiran dan membahayakan kesehatan publik. Jangan sampai citra Presiden Prabowo rusak hanya karena ketidakmampuan satu pejabat,” ujar Habib Syakur dalam keterangan tertulisnya yang diterima Holopis.com, Kamis (16/4/2026).

Selain masalah keracunan, Habib Syakur juga menyoroti tata kelola dan prioritas pengadaan di internal BGN yang dianggap tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Pengadaan ribuan unit motor trail yang menjadi kontroversi disebutnya sebagai bentuk pemborosan anggaran di tengah carut-marutnya implementasi gizi di lapangan.

– Advertisement –

“Rakyat butuh kepastian gizi, bukan tontonan pengadaan motor trail yang urgensinya sangat dipertanyakan. Ini adalah indikasi adanya disorientasi kebijakan di internal BGN. Prioritasnya bukan lagi perut rakyat, tapi fasilitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, GNK mendorong Presiden Prabowo agar segera mencari sosok pengganti yang lebih mumpuni, profesional, dan memiliki rekam jejak kuat dalam logistik pangan serta kesehatan masyarakat.

Habib Syakur memperingatkan bahwa jika Dadan tetap dipertahankan, program MBG yang menjadi pilar menuju Indonesia Emas 2045 akan terus diwarnai kegagalan sistemik.

“Presiden harus bertindak cepat. Jangan tunggu korban berjatuhan lebih banyak lagi atau anggaran negara habis mengalir ke pengadaan yang tidak produktif. Ganti Dadan Hindayana dengan sosok yang lebih kredibel sebelum program ini benar-benar hancur,” pungkas Habib Syakur.

– Advertisement –

Leave a Comment