
JABAR EKSPRES – Warga Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar, masih kesulitan melewati akses jalan menuju Lembur Balong. Kondisi jalan sepanjang tiga kilometer itu rusak parah di banyak titik. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga pun terganggu.
Ketua RT 02 setempat, Yaya, mengatakan bahwa warga sudah lelah menunggu janji perbaikan. Proposal perbaikan jalan sudah diajukan ke kelurahan sejak tahun 2023. Petugas kelurahan bahkan sempat melakukan survei ke lokasi. Namun, hingga pertengahan April 2026, tidak ada tanda-tanda pengerjaan.
“Sudah kami ajukan sejak 2023. Survei pun sudah pernah dilakukan, tapi sampai sekarang perbaikan jalan tak kunjung ada realisasi. Warga sudah sangat menunggu karena kondisi jalan yang kian hari kian rusak,” ujar Yaya, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga
Menurutnya, warga sempat melakukan perbaikan swadaya. Perbaikan darurat itu dilakukan pada segmen jalan dengan lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter. Namun, upaya itu dinilai tidak cukup. Kerusakan utama masih membentang di hampir seluruh ruas jalan.
“Yang sudah diperbaiki baru sekitar 12 meter saja. Itu pun belum bisa menutupi kebutuhan perbaikan akses jalan sepanjang 3 kilometer. Kami berharap pemerintah kota bisa segera memberikan solusi konkret,” tegasnya.
Warga mengkhawatirkan distribusi hasil bumi dari Lembur Balong akan terhambat. Selain itu, anak-anak sekolah dan pekerja yang setiap hari melintas juga terancam keselamatannya. Warga RT 02/RW 18 hingga kini masih menunggu kepastian kapan jalan akan diperbaiki.
Lurah Hegarsari, Angga Tri Permana, membenarkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Angga mengaku bahwa pihak kelurahan sudah berupaya maksimal. Perbaikan jalan ini telah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara berturut-turut dari tahun 2023, 2024, hingga 2025.
“Kami sudah mengawal usulan ini melalui Musrenbang. Usulan tersebut juga telah kami ajukan ke tingkat kota. Kami sudah berupaya mencari celah pendanaan lain melalui bantuan keuangan dari sumber-sumber dana lainnya,” ujar Angga.
Pihak kelurahan kemudian berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar. Dari hasil koordinasi, proyek perbaikan jalan di Pangadegan dinyatakan sudah masuk dalam daftar prioritas pembangunan untuk tahun anggaran 2025.
Namun, hingga saat ini, realisasi perbaikan belum juga terlihat di lapangan. Lurah Angga mengaku belum mengetahui penyebab pasti penundaan tersebut.