Viral! Lagu “Erika” OSD HMT ITB Tuai Kecaman, Lirik Dinilai Vulgar Lecehkan Perempuan

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Belum usai polemik kasus dugaan kekerasan seksual di FH UI, publik kembali diguncang viralnya lagu “Erika” OSD HMT ITB yang menuai kecaman karena liriknya dinilai vulgar dan tak pantas di lingkungan kampus.

Belum reda perbincangan publik soal sejumlah isu sensitif di lingkungan kampus, jagat media sosial kembali diguncang viralnya penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) dari Institut Teknologi Bandung.

– Advertisement –

Lagu berjudul “Erika” yang dibawakan dalam sebuah acara internal mahasiswa mendadak jadi sorotan tajam setelah potongan videonya menyebar luas di platform X (Twitter).

Video yang tersebar itu langsung menuai kecaman karena liriknya dinilai vulgar dan tidak pantas di lingkungan kampus.

– Advertisement –

Potongan video dan cuplikan lirik lagu tersebut menyebar cepat, memicu perdebatan panas di kalangan warganet.

Banyak yang menilai konten itu tidak sesuai dengan nilai ruang akademik, apalagi di tengah meningkatnya sensitivitas publik terhadap isu pelecehan verbal.

Di media sosial X, respons warganet benar-benar ramai.

Salah satu akun yang ikut memantik viralnya isu ini adalah @chiquidida yang menulis

“the difference between ITB and UI is crazy bcs wdym himpunan di itb bikin lagu kyk gini bruh…”

Cuitan itu langsung dibanjiri balasan dan kutipan ulang dari pengguna lain.

Seorang pengguna lain ikut meluapkan kritiknya dengan mengatakan. “Gila bikin lagu secabul itu, ITB pula, nggak nyangka.”

Ada juga yang mencoba menyoroti sisi budaya lama dalam hiburan kampus. “Kalau dulu mungkin dianggap lucu, tapi sekarang udah beda zaman. Harusnya lebih sensitif,” cetusnya.

Sementara itu, komentar lain terdengar lebih keras. “Ini udah bukan sekadar hiburan, tapi udah masuk kategori merendahkan perempuan,” tegas netizen kesal.

Meski banjir kritik, ada juga warganet yang mencoba menenangkan situasi dengan menyebut bahwa konteks penampilan kemungkinan besar hanya hiburan internal mahasiswa.

Seorang netizen menulis. “Ini kayaknya konteksnya acara internal, tapi ya tetap aja kalau udah viral jadi beda cerita.”

Perdebatan pun makin melebar, bukan hanya soal lagu “Erika”, tapi juga soal batas kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.

Kampus Terseret

Meski merupakan kegiatan organisasi mahasiswa, nama Institut Teknologi Bandung tetap ikut terseret dalam arus kritik publik.

Banyak yang menilai perlu ada evaluasi lebih ketat terhadap konten hiburan mahasiswa agar tidak menimbulkan kontroversi di ruang digital.

Hingga kini, potongan video dan komentar warganet masih terus beredar.

Tagar terkait pun ikut naik, memperlihatkan bahwa isu ini belum akan mereda dalam waktu dekat.

– Advertisement –

Leave a Comment