
JABAR EKSPRES – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein melakukan peninjauan langsung ke proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta. Kunjungan ini sekaligus diwarnai dengan sesi wawancara bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat penerima manfaat.
Dalam wawancara tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah penting dalam membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Ini adalah terobosan yang sangat penting. Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” ujarnya.
Baca Juga:Berantas Peredaran Tramadol di Jawa Barat, Polisi Berhasil Sita 600 Ribu Butir dalam Kurun Waktu 3 Bulan Strategi Rudy Susmanto Bawa Kabupaten Bogor Tembus Tiga Besar Termaju Jawa Barat
Peninjauan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional pembangunan 3 juta rumah yang bertujuan memperluas akses hunian, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong mobilitas sosial masyarakat.
Proyek HWB Purwakarta menawarkan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan pasar. Hunian satu kamar tidur dimulai dari Rp98 juta, sementara tipe dua kamar tidur dari Rp115 juta. Selain itu, skema cicilan yang ringan, mulai dari sekitar Rp500.000 per bulan, menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
Dalam sesi wawancara yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Purwakarta siap menjadi contoh pembangunan perumahan yang berdampak luas.“Purwakarta siap menjadi contoh. Ini adalah pembangunan yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” katanya.
Purwakarta dipilih sebagai lokasi karena memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri. Ribuan pabrik yang beroperasi di wilayah ini menciptakan kebutuhan tinggi akan hunian yang dekat dengan tempat kerja.
Sejak diluncurkan pada Maret 2026 dengan sistem pre-selling, proyek ini telah mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit. Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap hunian terjangkau dengan kualitas yang baik.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dalam wawancaranya juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek ini.“Kami mendukung penuh proyek ini. Ini membawa manfaat nyata—lapangan kerja, investasi, dan harapan baru bagi masyarakat Purwakarta,” ungkapnya.