Israel-Lebanon Duduk Bareng di Washington, Hizbullah Ogah Akui Hasil Perundingan

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya diplomasi antara Lebanon dan Israel di Washington, Amerika Serikat (AS) justru dibayangi penolakan keras dari kelompok HIzbullah. Pemerintah Lebanon dan Israel dijadwalkan akan pertemuan bersejarah untuk pertama kalinya dalam beberapa decade.

Hizbullah secara tegas menyatakan tak akan terikat dengan kesepakatan apa pun yang dihasilkan dari forum tersebut.

– Advertisement –

Sikap keras ini disampaikan langsung oleh pejabat senior Hizbullah, Wafiq Safa, yang menjadi salah satu figur penting dalam struktur politik kelompok tersebut.

Dalam pernyataannya, Safa menegaskan bahwa organisasi yang ia wakili tidak memiliki kepentingan terhadap hasil pembicaraan yang berlangsung di AS.

– Advertisement –

“Mengenai hasil negosiasi antara Lebanon dan musuh Israel ini, kami sama sekali tidak tertarik atau peduli,” kata Safa dikutip pada Selasa, (14/4/2026).

Dia menegaskan tak akan mengakui hasil perundungan Lebanon dengan Israel. “Kami tidak terikat oleh apa yang mereka setujui,” lanjut Safa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam situasi yang mencerminkan ketegangan tinggi. Pun, saat wawancara berlangsung, sebuah drone Israel dilaporkan terbang di atas lokasi.

Pertemuan di Washington dipandang sebagai langkah diplomatik langka. Hal itu mengingat Lebanon dan Israel tak memiliki hubungan diplomatik resmi selama puluhan tahun.

Negosiasi ini mempertemukan perwakilan kedua negara dalam format tatap muka, sebuah perkembangan yang sebelumnya sulit dibayangkan di tengah konflik berkepanjangan.

Namun, sikap Hizbullah memperlihatkan bahwa jalur diplomasi menghadapi hambatan besar. Hal itu terutama karena kelompok tersebut merupakan aktor kunci dalam dinamika keamanan Lebanon.

Di satu sisi, pemerintah Lebanon berupaya mendorong tercapainya gencatan senjata untuk meredakan konflik dengan Hizbullah dan Israel.

Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memiliki agenda yang jauh lebih tegas.

Netanyahu menargetkan pelucutan senjata Hizbullah sebagai syarat utama. Dengan pelucutan itu, bisa membuka kemungkinan menuju kesepakatan damai jangka panjang.

Melalui juru bicaranya, Shosh Bedrosian, Israel juga menyampaikan tak akan ada gencatan senjata dengan Hizbullah dalam kondisi saat ini.

Konflik ini tak berdiri sendiri. Iran turut memainkan peran penting dalam dinamika kawasan.

Dalam pembicaraan terpisah antara Iran dan AS di Islamabad, Teheran dilaporkan berupaya memasukkan Lebanon dalam skema gencatan senjata yang lebih luas.

Namun, baik Israel maupun AS menolak gagasan tersebut. Dia menegaskan isu Lebanon akan ditangani secara terpisah.

– Advertisement –

Leave a Comment