
JABAR EKSPRES – Insiden kayu roboh kembali menghantam Kota Bandung dan menghancurkan dua unit mobil di Jalan Badak Singa Selasa 14 April 2026.
Kejadian memilukan ini membuktikan bahwa program mitigasi bencana lingkungan milik pemerintah kota hanyalah slogan tanpa aksi nyata di lapangan.
Sebuah Toyota Noah mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang raksasa saat hujan deras disertai petir melanda kawasan tersebut pukul 13.35 WIB.
Baca Juga:Ambisi Dedi Mulyadi Satukan Halaman Gedung Sate dan Gasibu Telan Belasan MiliarProyek Kawasan Olahraga Rancabungur Jadi Solusi Pusat Ekonomi Baru Bogor
Warga menuding kelalaian pengawasan menjadi pemicu utama selain faktor cuaca ekstrem yang kerap dijadikan alasan klasik oleh pejabat.
Peristiwa pohon tumbang ini seharusnya bisa dicegah jika pendataan kondisi tegakan dilakukan secara serius dan bukan sekadar formalitas belaka.
Korban Kebingungan Klaim Ganti Rugi Akibat Kelalaian Perawatan
Salah satu korban bernama Rizki Surya merupakan warga Cimahi Selatan yang sedang makan saat kendaraannya ringsek tertimpa batang kayu.
Rizki mengaku tidak tahu pasti awal mula kejadian karena posisi mobil sedang diparkir sesuai arahan petugas di lokasi tersebut.
“Dari keterangan warga petirnya besar menyambar ke sini lalu mengenai pohon yang akhirnya tumbang Pohonnya juga sepertinya sudah lapuk” ujar Rizki.
Kondisi tanaman yang sudah keropos ini menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dinas terkait terhadap keamanan ruang publik bagi masyarakat.
Mobil milik Rizki hancur pada bagian atap sementara satu kendaraan lain di belakangnya pecah kaca dan langsung meninggalkan lokasi.
Baca Juga:ASN Kabupaten Bogor Mulai Hemat Energi Lewat Skema Kerja WFHStrategi Rudy Susmanto Percepat Pembangunan Kabupaten Bogor Lewat Jalur Tambang Khusus
“Saya parkir diarahkan tukang parkir Di belakang ada mobil lain kacanya pecah tapi sudah dipindahkan” katanya.
Ketiadaan skema mitigasi yang jelas membuat para korban kini terkatung-katung saat hendak meminta pertanggungjawaban atas kerugian material yang mereka alami.
Meski petugas sudah datang melakukan evakuasi namun prosedur klaim ganti rugi masih dianggap sangat gelap dan birokratis.
“Katanya bisa diklaim tapi saya masih bingung harus ke mana dan bagaimana prosesnya” ungkap Rizki dengan nada kecewa.
Janji Manis DPKP Bandung Dan Data Kosong Lapangan
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DPKP sebenarnya mengklaim telah mengawasi 65 ribu pohon di 400 ruas jalan.