HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyanyi Sabrina Carpenter menjadi sorotan setelah interaksinya dengan seorang penonton saat tampil di festival musik Coachella menuai kritik dari warganet. Momen tersebut viral di media sosial karena dinilai kurang sensitif terhadap perbedaan budaya.
Dipantau Holopis.com, insiden itu terjadi saat Sabrina tampil sebagai salah satu penampil utama pada Jumat malam. Saat sedang duduk di depan piano di panggung utama, seorang penonton terdengar mengeluarkan suara khas yang dikenal sebagai zaghrouta, yaitu seruan tradisional dalam budaya Arab untuk mengekspresikan kegembiraan.
– Advertisement –
Namun, Sabrina tampak salah memahami suara tersebut dan mengira itu adalah yodel, teknik vokal khas dari budaya Barat. Ia pun merespons secara langsung di atas panggung.
“I think I heard someone yodel. Is that what you’re doing? I don’t like it (sepertinya aku dengar orang lagi yodel apa itu yang kau lakukan, aku tidak suka,” ujar Sabrina, dikutip Holopis.com, Senin (13/4).
– Advertisement –
Ketika penonton tersebut menjawab bahwa itu adalah bagian dari budayanya, Sabrina kembali merespons dengan nada heran.
“That’s your culture, is yodeling? (Itu budayamu? Yodeling?),” katanya.
Setelah dijelaskan bahwa itu adalah seruan perayaan, Sabrina justru melontarkan komentar lain yang memicu reaksi publik.
“Is this Burning Man? What’s going on? This is weird (Apa ini Burning Man?, apa yang terjadi, ini aneh),” ujarnya.
Video momen tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai kritik. Banyak warganet menilai respons Sabrina kurang menghargai perbedaan budaya, terutama dalam konteks acara internasional seperti Coachella yang dihadiri oleh penonton dari berbagai latar belakang.
Menanggapi polemik yang berkembang, Sabrina Carpenter akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya pada Sabtu.
“My apologies, I didn’t see this person with my eyes and couldn’t hear clearly, (Aku minta maaf, aku tidak melihat oran ini secara langsung, pandanganku tidak jelas),” tulisnya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah gelombang kritik terus berdatangan. Sebagian warganet menerima klarifikasi tersebut, namun tidak sedikit pula yang menilai insiden ini sebagai pengingat pentingnya sensitivitas budaya, terutama bagi figur publik yang tampil di panggung global.
Sebagai informasi, zaghrouta merupakan seruan tradisional yang umum digunakan di berbagai negara Timur Tengah dan Afrika Utara dalam momen bahagia seperti pernikahan atau perayaan. Suara ini biasanya dihasilkan dengan getaran lidah yang cepat sebagai bentuk ekspresi kegembiraan.
Insiden ini pun menjadi perbincangan luas mengenai pentingnya pemahaman lintas budaya dalam interaksi publik, terutama di era media sosial yang membuat setiap momen dapat dengan cepat tersebar ke seluruh dunia.
– Advertisement –