
JABAR EKSPRES – Dominasi usia produktif di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan sektor industri di wilayah tersebut.
Struktur demografi ini dinilai menjadi modal strategis dalam menarik investasi sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP KBB, Rustiyana menyebutkan, komposisi penduduk usia kerja yang tinggi memberikan peluang besar bagi pengembangan industri, baik dari sisi tenaga kerja maupun potensi pasar.
Baca Juga:Kuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema BeasiswaProdusen AMDK Lokal TGM99 Tawarkan Kemasan Lengkap dan Peluang Maklon
“Mayoritas penduduk berada pada usia produktif, ini menjadi kekuatan besar bagi daerah untuk mendorong pertumbuhan sektor industri,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat mencapai sekitar 1,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen atau 1,43 juta jiwa merupakan penduduk usia 15 hingga 64 tahun.
Sementara itu, penduduk usia 0-14 tahun tercatat sekitar 12 persen dan usia di atas 64 tahun sebesar 13 persen.
Rustiyana menambahkan, kualitas sumber daya manusia di Bandung Barat juga terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di angka 70,77.
“IPM ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang terus membaik, sehingga mampu mendukung produktivitas sektor industri,” katanya.
Selain itu, umur harapan hidup masyarakat mencapai 75,06 tahun, dengan harapan lama sekolah sekitar 12 tahun dan rata-rata lama sekolah 8,24 tahun.
Di sektor ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja tercatat sekitar 978 ribu jiwa dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 67,82 persen. Adapun tingkat pengangguran terbuka berada di angka 6,7 persen.
Baca Juga:Ditabrak Brio hingga Terpental ke Jalur Lawan, Dua Pemotor Tewas di Kemang BogorDiduga Keracunan MBG dari Posyandu, Warga Pasir Tanjung Bogor Ramai-ramai Datangi Klinik Terdekat
“Ketersediaan tenaga kerja ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor industri di daerah,” tambahnya.
Dari sisi ekonomi, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bandung Barat mencapai Rp61,23 triliun, dengan kontribusi sektor industri sebesar 40,85 persen.
Ia menegaskan, aktivitas industri di Bandung Barat saat ini tersebar di sejumlah wilayah seperti Cimareme, Cipeundeuy, Cikalongwetan, Batujajar, hingga kawasan agroindustri di Cisarua.
“Ini menunjukkan bahwa Bandung Barat memiliki basis industri yang cukup kuat dan berpotensi terus berkembang,” tandasnya. (Wit)