HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian Jepang mengonfirmasi adanya wabah baru demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di Prefektur Miyazaki. Kasus ini menjadi yang ketiga dilaporkan di Jepang sepanjang tahun ini.
Wabah tersebut ditemukan di sebuah peternakan di Kota Miyakonojo yang menampung sekitar 5.500 ekor babi. Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang pada Jumat (10/4).
– Advertisement –
Kasus ini pertama kali terdeteksi setelah pihak berwenang menerima laporan dari peternakan pada Rabu (8/4). Tim kemudian melakukan inspeksi di lokasi, sebelum hasil uji genetik dari laboratorium nasional memastikan adanya infeksi ASF.
Sebagai langkah penanganan, seluruh babi di peternakan tersebut akan dimusnahkan. Prosesnya mencakup pemusnahan, pembakaran, hingga penguburan guna mencegah penyebaran virus.
– Advertisement –
Pemerintah Jepang juga akan mengirim tim penyelidikan epidemiologi untuk melacak sumber infeksi. Selain itu, langkah pencegahan diperketat, termasuk disinfeksi area peternakan dan pengendalian akses hewan liar.
Media lokal melaporkan bahwa Kota Miyakonojo merupakan salah satu pusat produksi babi terbesar di Jepang. Wilayah ini bahkan dikenal memiliki nilai produksi daging babi tertinggi secara nasional.
– Advertisement –