
JABAR EKSPRES – Banjir kembali menggenangi Jalan Raya Dayeuhkolot, tepatnya di depan Pasar Dayeuhkolot hingga sekitar Masjid Agung Dayeuhkolot, Jumat (10/4/2026), setelah Sungai Citarum meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Luapan sungai membuat genangan air merendam ruas jalan utama penghubung Dayeuhkolot–Kota Bandung. ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.
Bahkan, di bagian tengah jalan, genangan dilaporkan lebih dalam dan semakin berisiko bagi pengendara.
Baca Juga:Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung: Pohon Tumbang, Banjir hingga Puluhan Rumah RusakBanjir Tak Kunjung Usai, Warga Sariwangi Pertanyakan Keseriusan Pemda KBB
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pengendara sempat mencoba melintas di tengah genangan. Namun, sebagian memilih berputar balik setelah melihat kondisi air yang semakin tinggi.
Salah seorang pengendara, Andri (32), mengaku sempat mencoba menerobos genangan saat hendak pulang kerja dari Banjaran menuju Kota Bandung. Namun, ia akhirnya membatalkan niatnya karena khawatir kendaraannya mogok.
“Saya tadi sempat coba maju, tapi airnya makin tinggi. Takut mesin mati, jadi akhirnya putar balik cari jalan lain,” ujar Andri.
Sementara itu, Rahmi (33), buruh pabrik asal Baleendah, terpaksa menuntun sepeda motornya setelah nekat melintasi genangan dari arah Pasar Dayeuhkolot.
Ia mengaku tetap memilih jalur tersebut meski berisiko karena jalur alternatif juga mengalami kemacetan.
“Saya kerja di pabrik di Mohamad Toha, emang pasti jalan ke sini kalau pulang tapi banjirnya gede jadi didorong saja motornya. Jjadi udah saja maksain lewat sini, yang penting motor dimatiin,” terangnya.
Di sisi lain, Yana (38), warga setempat yang kerap membantu mengatur arus di kawasan tersebut, mengatakan air mulai naik sejak selepas magrib seiring meluapnya Sungai Citarum.
Baca Juga:Drainase Sempit dan Sedimen Jadi Penyebab Banjir, PUPR Cimahi Terkendala Anggaran PelebaranH+2 Lebaran Pantai Pangandaran Masih Dibanjiri Wisatawan, 41 Ribu Kendaraan Masuk ke 6 Lokasi
Ia menyebut genangan tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga mulai masuk ke permukiman warga.
“Ya tingginya macam-macam, itu 30 sampai 50 sentimeter di pinggiran. Kalau di tengah jalan lebih dalam lagi,” katanya.