
JABAR EKSPRES – Lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H (RAFI 2026) turut diiringi peningkatan aktivitas digital yang signifikan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel Region Jawa Barat memastikan kualitas jaringan tetap stabil tanpa gangguan berarti sepanjang periode penting tersebut.
Dengan mengusung semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel telah melakukan berbagai langkah antisipatif sejak awal Ramadan.
Baca Juga:OJK Jawa Barat Perkuat Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Pengembangan Ekonomi DaerahDari Kabupaten Bandung untuk Asia Tenggara, Kang DS dan Bunda Bedas Dorong PAUD Berkualitas
Mulai dari penguatan jaringan di titik-titik strategis, pemantauan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) secara end-to-end, hingga kesiapan tim lapangan yang siaga penuh demi menjaga pengalaman pelanggan tetap optimal.
Berdasarkan catatan internal, pada puncak RAFI 2026, pergerakan pelanggan antarwilayah di Jawa Barat mencapai 1,65 juta orang.
Arus terbesar mengarah ke Jakarta sebanyak 285 ribu pelanggan, diikuti Jawa Tengah–DI Yogyakarta sebanyak 115 ribu, serta Jawa Timur sebanyak 29 ribu pelanggan.
Tak hanya mobilitas, kebutuhan data juga melonjak tajam. Telkomsel mencatat payload trafik data mencapai 5,82 petabyte atau meningkat 36,15 persen dibandingkan hari normal.
Peningkatan ini mencerminkan tingginya aktivitas komunikasi digital, mulai dari video call, streaming, hingga penggunaan media sosial selama momen Lebaran.
Dari sisi wilayah, sejumlah daerah di Jawa Barat mencatatkan pertumbuhan trafik data tertinggi. Tasikmalaya memimpin dengan kenaikan 30,94 persen, disusul Ciamis 25,73 persen, Pangandaran 23,26 persen, serta Kuningan 21,78 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Telkomsel memperkuat 45 titik prioritas yang tersebar di jalur mudik, simpul transportasi, kawasan wisata, hingga area permukiman dan pusat keramaian.
Baca Juga:Tetap #Cari_Aman Saat Pergi ke SekolahBOA Gelar Sunmori dan Halal Bihalal, Perkuat Kebersamaan di Momen Idul Fitri
Penentuan titik ini dilakukan berbasis analitik dan pemodelan Machine Learning (ML), serta didukung teknologi Autonomous Network berbasis AI guna menjaga stabilitas layanan secara menyeluruh.
Hasilnya, hampir seluruh gangguan jaringan di titik prioritas berhasil diselesaikan tepat waktu dengan tingkat keberhasilan mencapai 94,4 persen.
Sementara itu, ketersediaan layanan tetap tinggi di angka 99,7 persen.
Kondisi ini membuat kualitas jaringan tetap terjaga, bahkan di wilayah tujuan mudik dengan lonjakan trafik signifikan seperti Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Kuningan, hingga Garut.
Stabilitas jaringan juga terlihat di destinasi wisata favorit seperti Pangandaran dan Pantai Santolo yang mencatat payload tinggi masing-masing di atas 22,42 terabyte dan 17,47 terabyte.